Yang Seksi saat Telanjang

to_the_bone_xxlg

Pada dasarnya saya ini memang tidak suka sama yang namanya diet. Tidak pernah mendukung segala bentuk program pengaturan pola makan untuk menurunkan berat badan—terlebih dengan embel-embel dapat memberikan dampak signifikan dalam waktu singkat.

Tubuh yang berlebih memang penting. Bukan sekadar agar penampilan enak dilihat, tapi yang lebih penting dari itu adalah demi kehidupan itu sendiri. Demi kesehatan. Tidak mau, kan, ada seseorang yang berkomentar, “Kamu itu sebenarnya orang sehat yang kemana-mana bawa galon. Udah, tinggal aja galonnya di rumah.”

Walau begitu, bukan berarti harus menjalani program diet yang menyiksa diri.

Menurunkankan berat badan memang perlu dilakukan, tapi tidak dengan program yang lebih terlihat seperti penyiksaan diri. “Dari yang gw baca, kalau ngikutin cara ini, bisa turun 3 kilo dalam seminggu.” Ya, mungkin, tapi satu minggu setelahnya berat akan bertambah 5 kilogram. Penyiksaan diri akan menumbuhkan rasa dendam untuk dibalaskan. Dan seperti pepatah lama, pembalasan bisa lebih kejam. Percuma menyiksa diri kalau hasil akhirnya adalah minus.

Sialnya, ‘semangat’ penurunan berat badan bukan hanya tumbuh di benak orang-orang dengan berat badan ‘berlebih’. Bahkan yang sebenarnya sudah memiliki postur proporsional pun masih ingin disingsetkan lagi. Alasannya? Biar keliatan makin seksi. Hmmm…. Untunglah saya pandangan saya tentang wanita seksi bukanlah yang memiliki tubuh sekadar tulang dilapisi kulit. Jadi, tiap kali mendengar alasan itu, saya hanya tersenyum—tidak jarang sambil melayangkan pandangan mencari-cari sosok yang lebih berisi dan berucap syukur bahwa masih ada wanita yang memiliki pandangan seksi seperti yang ada di kepala saya.

Lagipula, kenapa harus menjadi seksi? Katanya biar pas kalau pakai baju-baju desainer terkenal. Lha, kenapa harus beli baju yang tidak pas.

Logikanya, baju dibeli yang sesuai dengan bentuk dan ukuran tubuh. Kenapa membeli baju yang diinginkan baru kemudian menyesuaikan tubuh agar pas dengan baju tersebut. Lha kalau bajunya terlalu pendek, bagaimana? Rela memangkas tubuh agar pas dengan baju yang dibeli?

Toh, pada akhirnya semua itu hanya akan tertinggal di dunia. Datang telanjang dan pergi pun tanpa pakaian. Kenapa repot-repot memikirkan yang tidak akan dibawa ‘pulang’?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s