Out of My League


Terlalu merendahkan rasanya jika bilang bahwa, dari semua film yang dibintangi Michael Fassbender, Promotheus (2012) yang paling saya senangi. Tapi, jujur saja, itulah yang sebenarnya. Ada kepuasan tersendiri. Kebahagiaan yang muncul selama menonton. Kebahagiaan yang berbeda. Tidak seperti ketika menonton film lainnya. Dan lebih membahagiakan lagi, ketika akhirnya sang robot dengan kemampuan kreasi layaknya manusia kembali lagi. Kebahagiaan yang saya rasa pun mengganda.


Tidak ada referensi yang dapat dipertanggungjawabkan di sini. Ini murni masalah personal. Rasa senang seorang pria yang sadar akan diri sendiri dan bukanlah apa-apa jika dibanding dengan Fassbender—dalam dunia nyata. Rasa senang karena ada sebuah harapan bahwa dunia ini adil, setidaknya yang tersaji di layar kaca. Meski secara visual para wanita akan memilih ketampanan Fassbender, tapi kenyataan bahwa dia adalah robot akan membuat mereka berpikir ulang. Tidak peduli satu, dua, tiga, atau ratusan David, Walter, dan para saudaranya, tetap saja sosok tampan itu adalah robot. Jadi, akan selalu ada harapan bagi saya untuk mendapat perhatian dari wanita—meski itu didapat setelah proses berpikir ulang berkali-kali.


*semoga David cepat sampai di planet tujuan. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s