Hal-hal yang Tidak Sukai

Power Rangers

Daftar singkat dari hal-hal yang tidak saya sukai, yang secara kebetulan saya temui dalam sebuah film.

 

1. Menafikan proses

Segala hal tentang proses. Bahkan, ada yang bilang bahwa proses merupakan bagian yang terpenting, dan bukan hasil yang diperoleh. Bahwa bakat memang penting. Seseorang yang memiliki bakat mampu melakukan sesuatu yang luar biasa. Meski begitu, bakat pun memerlukan proses. Berlian tidaklah terlihat memukau jika tidak dipotong dengan presisi dan dilakukan oleh orang yang ahli. Semua butuh proses. Terlebih untuk menjadi pahlawan. Ditambah bahwa sebelumnya sekelompok orang yang kemudian menjadi pahlawan tidaklah memiliki latar belakang melakukan aksi-aksi berbahaya (ya, ada memang satu di antara mereka) dan biasa terlibat dalam pertarungan. Latihan singkat tidak akan mampu mengubah seseorang secara dramatis. Maaf jika saya skeptis.

 

2. Kenyataan seharusnya tetap nyata

Batman v Superman: Dawn of Justice memang mendapat banyak hujatan. Disayangkan karena Mamah Amy ada di dalamnya. Hiks. Tapi, satu hal yang saya setuju dari film itu. Kemarahan Batman terhadap aksi Superman sangatlah beralasan. Aksi-aksinya berbahaya. Tidak memikirkan efek dari tindakan heroik yang dilakukan. Bahwa melemparkan musuh ke gedung, yang kemudian membuat gedung hancur, berbahaya bagi masyarakat—terutama orang-orang yang berada di dalam dan di sekitar gedung. Korban jiwa menjadi suatu hal yang teramat mungkin terjadi. Pahlawan seharusnya menyelematkan jiwa manusia, bukan malah mengancam. Tapi, masyarakat pun harus berpikir jernih. Bahwa setelah kota diporak-porandakan oleh aksi heroik, bahwa ada begitu banyak bangunan serta kendaraan yang hancur, berarti ada banyak jiwa yang mungkin terancam—bahkan mungkin sudah tiada. Pasca pertarungan usai, mengecek atau memberikan pertolongan pada korban sepertinya menjadi tindakan yang bijak dibanding mengeluarkan ponsel dan mengabadikan tarian konyol sang pahlawan.

 

3. Satu Usai Baru Berganti

Saya suka dengan film yang berkelanjutan. Bahkan, ada kebiasan untuk menonton film-film tersebut secara berurutan, marathon. Trilogi Dark Knight, Lord of the Ring, atau Jason Bourne (tanpa mengurangi penghargaan terhadap yang keempat dan kelima) menjadi teman yang kerap mengisi waktu libur saya. Yang saya suka dari kesemua film tersebut adalah, meski terhubung, tapi masing-masing menyelesaikan ceritanya. Masing-masing berdiri secara otonom. Tidak memberikan semacam kisi-kisi yang mengundang rasa penasaran penonton. Bahwa menonton secara tidak berurut pun tidak masalah. Anggap saja sedang melihat rangkaian progresif-regresif. Tapi, menghadapi film yang pada bagian akhir menyisipkan kisi-kisi, mengundang rasa penasaran penonton akan kehadiran film berikutnya, cerita sengaja dibuat menggantung sebagai jembatan untuk film berikutnya, itu saya tidak suka. Terlalu tendensius. Sangat bisnis. Atau, mungkin karena rasa kurang percaya pada kualitas film yang disajikan sehingga harus dibangun rasa penasaran.

 

4. Bad Cover

Ini sebenarnya bukan hanya ditemui di dunia sinema. Tapi sepertinya, memang menjadi permasalahan pada dunia musik, yang sialnya kemudian menjalar ke dunia layar kaca. Ada beberapa persoalan. Yang pertama adalah kreativitas dalam membuat lagu baru. Kenapa harus mengaransemen lagu lawas? Apakah tidak mampu membuat lagu baru yang memang sesuai dengan kebutuhan film? Kedua adalah kreativitas aransemen. Bukan berarti saya adalah orang yang begitu menjunjung originalitas, toh, mayoritas film yang saya tonton adalah hasil unduhan, tapi dibutuhkan kreativitas luar biasa untuk berhasil mengaransemen ulang sebuah lagu. Berdasar pengalaman, hanya beberapa musisi, menurut saya, yang berhasil melakukannya. I Am Sam memang berhasil menyajikan suasana baru dari lagu-lagu The Beatles. Tapi, di luar itu, ada begitu banyak kegagalan dari percobaan yang satu ini. Lagipula, daripada berujung pada kegagalan yang memalukan, kenapa tidak mengikuti langkah yang dilakukan Guardian of the Galaxy?

 

Sekian, sepertinya.

Salam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s