Cerita Gamblang Terasa Usang

Lego Batman Movie

To say, not to tell.

Begitu sebuah petuah yang pernah saya baca tentang teknik menulis yang baik. Mendefinisikannya agak tricky. Jadi, daripada kemampuan berbahasa Inggris saya menjebak Anda dalam pemahaman yang keliru, lebih baik sila definisikan sendiri.

Setiap orang tentu punya preferensi yang disebut dengan baik. Bagi Anda, mungkin saja petuah yang saya kutip tadi sekadar deretan kata yang tidak memiliki makna, atau bahkan tidak bijak, keliru, menyesatkan, atau lainnya. Tapi bagi saya, petuah itu seperti ilham yang membawa pencerahan. Lebih tepatnya, kalimat pendek itu mewakili diri saya—itu jika pemahaman saya terhadap kalimat tersebut benar adanya.

Saya bukanlah orang yang senang digurui. Diajari saya terima. Mendapatkan pengetahuan baru saya suka. Tapi, bagi saya, alangkah lebih baik jika pengetahuan itu disampaikan dengan contoh. Alih-alih menjadi pria bijak dengan tampang kebapakkan dan cara bicara yang dipaksakan agar terdengar penuh dengan kesabaran, saya akan lebih cepat menerima jika ada seseorang yang memberi contoh. Sungguh.

Tak usah membuang-buang tenaga menasihati agar saya bertindak ini-itu, harus begini-begitu, bahwa saya harus bekerja dengan lebih keras karena orang lain telah melakukan upaya yang luar biasa. Dari skala 1 hingga 10, tindakan tersebut hanya menimbulkan efek tidak lebih dari 5 pada diri saya. Penyadaran luar biasa akan saya rasakan, misalnya, hanya melalui sebuah panggilan telefon.

Di saat teman-teman di kantor sudah pulang atau bahkan dalam perjalanan menuju tempat berlibur, sementara saya sedang menyiapkan ‘bekal’ melewati liburan di dalam kamar, handphone saya bergetar. Sebuah panggilan diterima. Dari salah seorang bos di kantor. Sempat deg-degan dengan maksud panggilan, saya ‘hanya’ ditanya keterangan sebuah projek yang sudah usai. Bertanya alasan, saya diberi tahu bahwa bos tersebut sedang menyiapkan proposal baru agar projek tadi dapat diperbaharui. “Ok. Bos gw ternyata masih kerja.” Sebuah pecutan untuk tidak mengendurkan semangat. Wong bos yang punya kantor saja kerjanya sampai malam, ini pegawainya malah asyik-asyikan mengunduh film memanfaatkan jaringan internet di kantor. Hahahaha….

Namun, kembali lagi, itu saya. Orang yang seringkali menghadapi situasi salah persepsi akibat kekurangtegasan informasi yang saya sampaikan. Bukankah dalam berkomunikasi informasi yang disampaikan haruslah jelas? Itu saya paham. Saya mengerti dalam-dalam. Hanya saja, I just want to say, not to tell. Maafkan kalau saya tidak suka dan tidak terbiasa dengan yang tegas-tegas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s