Harapan Sederhana

image
Kiseki (I Wish)

Yang diinginkan setiap orang hanyalah sederhana saja. Saya yakin, setiap orang di muka bumi ini hanya menginginkan bahagia. Tak peduli usia, jenis kelamin, orientasi seksual, kewarganegaraan, status sosial, profesi, tingkat pendidikan, klub favorit, atau segala hal lainnya. Setiap orang ingin kehidupan yang dijalani di dunia ini diisi dengan kebahagiaan.

Toh, hidup di dunia sekadar mampir menikmati secangkir kopi. Dan alangkah indahnya jika secangkir kopi yang dinikmati ditemani dengan kebahagiaan.

Bahkan bagi orang-orang yang dikenang sebagai ingatan mengerikan bagi sebagian umat manusia, yang mereka inginkan dapat terangkum dalam kata yang sangat sederhana tersebut. Sebutkan nama-nama yang dianggap paling kejam di dunia, yang semasa hidupnya dipenuhi dengan darah, jeritan, dentuman, kematian. Semua yang dilakukan itu didasarkan keinginan untuk merasa bahagia.

Hanya saja, yang menjadi pembeda, setiap orang memiliki definisi dan orientasi yang berbeda mengenai kebahagiaan. Ada orang yang bahagia dengan kemehawan, ada yang dengan kecantikan, ada yang dengan kekerasan, ada yang dengan kematian, dan segala hal lainnya. Setiap orang, setiap manusia di muka bumi ini memiliki referensi yang berbeda terhadap bahagia. Masing-masing berjuang meraih kebahagiaan itu.

Berawal dari hal yang sederhana, berlanjut dengan yang sangat tidak sederhana. Dalam proses, usaha mencapai hal yang sederhana tadi tidaklah ‘sesederhana’ awalnya. Setiap orang berusaha mencapai keinginannya, sementara di saat yang bersamaan keinginan yang dimiliki berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya. Persinggungan, bahkan mungkin pertentangan sehingga yang satu harus menguburkan yang lain, merupakan hal yang lumrah – meski ada kalanya dapat saling mendukung.

Bertambah rumit karena pada kenyataannya tidaklah mudah mencapai kesederhanaan itu. Misalnya saja, seseorang yang ingin selalu terlihat cantik harus melakukan hal ekstra demi keinginannya tersebut. Dia harus mengorbankan waktu untuk menjalani segalam macam perawatan tadi. Padahal, mungkin saja dalam hatinya terjadi pertentangan. Bersamaan dengan jadwal perawatan, teman-teman yang sudah lama tak bertemu sedang berkumpul. Sementara, melewatkan satu sesi perawatan akan semua sesi yang telah dilakukan menjadi percuma – dan dia harus mengulangi dari awal.

Belum lagi dengan uang yang harus dikeluarkan untuk menjalani segala macam perawatan tadi. Untuk mendapatkan uang yang diperlukan, berarti harus memiliki pendapatan yang cukup, karier yang bagus, yang sebelumnya didahului dengan perjuangan dan kegigihan ketika belajar, yang dengannya berarti mengorbankan waktu untuk kegiatan lain di masa sekolah, dan selanjutnya. Jika dijabarkan sepenuhnya, saya yakin alurnya lebih rumit dibanding Mr. Nobody.

Bahkan orang yang hanya ingin menikmati hidup, menghabiskan waktu bersama pasangan di sebuah rumah yang jauh dari kebisingan kota, harus melalui proses yang tidaklah sederhana. Bicara mengenai materi, seseorang ini harus terlebih dulu menyiapkan dana yang dibutuhkan untuk membeli ketenangan tersebut. Belum lagi usaha yang harus dilakukan untuk mencari tempat sesuai dengan keinginan. Lalu, bagaimana jika sang pasangan ternyata tidak setuju dengan niatan tersebut. Dan, menurut saya, hal yang paling kompleks adalah meyakinkan diri untuk menghabiskan sisa masa hidup menjauh dari kebisingan. Terlebih jika sebagian besar kehidupan yang dijalani berada di tengah hiruk-pikuk kota.

Dimulai dari hal yang sederhana lalu berlanjut dengan kerumitan, pada akhirnya sebuah harapan akan kembali menjadi hal yang sederhana. Dengan segala kerumitan proses yang telah dilalui, hanya diperlukan satu kata untuk dapat merangkum semuanya: bahagia. Dan, berbahagialah bagi orang-orang yang beruntung mencapai titik tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s