Dunia yang Kulihat

image
Air Doll

Pada suatu masa, kalau tidak salah ingat, itu terjadi sekitar 10 tahun yang lalu, ada satu pertanyaan yang terus mengganggu di dalam kepala saya: benarkah dunia yang saya lihat sama seperti yang orang lain lihat? Saya tidak tahu persis penyebab munculnya pertanyaan ini. Entah ada kejadian apa atau ada hal-hal yang secara tidak saya sadari memicu timbulnya pertanyaan tersebut. Yang saya ingat tentang masa itu adalah saya menjadi ragu terhadap dunia ini.

Sederhana saja hal yang menjadi dasar pertanyaan tersebut. Salah satu hal yang sering dikemukakan para pemuka agama adalah mengenai ke-Maha Kuasa-an Sang Pencipta. Dia yang mencipta alam semesta ini memiliki kekuatan dan kemampuan tak berbatas. Karenanya, segala sesuatu sangat mungkin bagi-Nya. Termasuk, membuat dunia bagi masing-masing manusia di dunia. Bahwa dunia yang tertangkap oleh indra penglihatan saya bukanlah dunia yang Anda lihat, begitu juga dengan orang-orang lain. Dia, Sang Maha Kuasa, begitu kuasa, begitu kreatif, begitu menakjubkan hingga membuat dunia yang tak berbatas. Satu dunia untuk masing-masing manusia.

Benarkan negara kita disebut Indonesia? Itu mungkin nama yang ditentukan di dunia saya. Mungkin saja di dunia Anda bahkan konsep kenegaraan tidak dikenal. Ketidakpercayaan seperti itu salah satunya.

Satu pertanyaan, berbagai kemungkinan, hingga menimbulkan pemikiran lain: bagaimana jika ternyata hanya sayalah manusia di dunia ini, sementara Anda dan semua mahluk lain yang disebut manusia merupakan figuran yang dibuat untuk melengkapi cerita kehidupan saya di dunia? Bahwa sebenarnya tidak ada kehidupan sebelum dan setelah saya.

Pemikiran yang kemudian membuat saya lebih menikmati kehidupan saya sendiri. Hanya sendiri. Saya tidak peduli pada orang lain. Toh, dalam dunia saya, mereka hanya tokoh figuran. Walaupun ada tokoh figuran yang memiliki peran penting, tetap saja pengelompokkan utamanya adalah figuran, sementara yang utama adalah saya.

Cukup lama saya berada dalam masa itu. Menjalin komunikasi seadanya dengan manusia-manusia di sekitar saya. Sekadar menghibur atau memberi arti terhadap ke-figuran-an mereka. “Hai…, gimana kerjaan?”, “Duh, gw ga bisa, deh. Lagi banyak kerjaan.”, “Yah, jangan sekarang, dong, lagi ga ada uang, nih.”, dan sebagainya, dan sebagainya. Percakapan tanpa tujuan mulia yang setelahnya diikuti senyum simpul kebahagiaan: Sayalah yang utama.

Dalam momen-momen tertentu, saya terkadang mempertanyakan ‘keutamaan’ saya sendiri. Siapakah saya sampai bisa menjadi yang utama? Apa keistimewaan yang saya miliki hingga layak menjadi sorotan dan menjadi pusat? Jawabannya: tidak ada. Saya hanya orang biasa dengan kemampuan biasa-biasa saja yang tidak dapat dibanggakan dan tidak ada keistimewaan dalam bentuk apapun dalam diri saya. Itu sebuah pengakuan jujur tanpa tendensi mendapatkan simpati.

Dalam sebuah film, seorang tokoh utama tentu memiliki keistimewaan: baik berupa kemampuan yang dimiliki atau jalan hidup yang dijalani. Bahwa kehadirannya memiliki arti bagi dunia. Jika pun pada akhir film sang tokoh utama meninggal dunia, ada dampak yang dibuat pada dunia – positif maupun negatif. Dan bagi saya, hidup ini layaknya sebuah film. Sebuah film yang sangat panjang. Yang durasinya jauh melebihi Ambience. Yang proses syutingnya jauh lebih lama dibanding Boyhood.

Setiap saat, ada kamera yang merekam kehidupan yang saya jalani. Bahkan, pada saat-saat tertentu, saya memperkirakan keberadaan kamera utama yang sedang sibuk mengikuti aktivitas saya – serta hasil gambar yang berhasil ditangkap kamera tersebut.

Saya adalah seorang aktor utama. Inilah film saya. Inilah dunia saya. Inilah hidup saya.

Dan jika Anda bertanya apakah, setelah sekitar 10 tahun berlalu, saya berhasil menemukan jawaban dari pertanyaan tadi, jawabannya adalah tidak. Saya orang yang terlalu malas untuk berpikir atau mencari pintu keluar dari labirin yang terbentuk di dalam pikiran saya. Saya hanya terus menjalani hidup. Menikmatinya. Memasang senyum ketika menurut saya saat itu kamera akan mendapatkan rekaman yang sangat indah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s