Mari Berinvestasi

image

“Tapi, kan, gw yang jadiin dia keren,” ucap seseorang menirukan temannya. Saat itu, yang dibicarakan mengenai masa lalu. Tentang kisah seorang teman yang berpacaran dengan seorang pria yang pada awalnya bukanlah tipe yang akan diminati wanita. Tampang pas-pasan, gaya berpakaian dan rambut yang tidak menarik dan cenderung asal, ditambah dengan berbagai hal lain yang secara garis besar berkaitan dengan penampilan – dalam hubungannya dengan menarik perhatian lawan jenis.

Saya lupa alasan wanita itu mau berpacaran dengan pria yang secara penampilan tidak menarik. Berpikir positif, bahwa dia tipe orang yang tidak menjadikan penampilan sebagai tolak ukur atau hal penting dalam mencari pasangan. Dan, anggap saja seperti itu.

Seiring waktu berpacaran, wanita ini mulai ‘memperbaiki’ penampilan pasangannya. Dari cara berpakaian, potongan rambut, pilihan mode, sampai cara berperilaku. Semua hal yang mungkin dilakukan untuk menjadikan pria ini menarik secara penampilan – meski tidak sampai mengoperasi wajah si pria hingga menjadi mirip seperti aktor terkenal.

Usaha yang dilakukan pun berhasil. Buktinya sangat jelas. Karena kemudian, si pria memutuskan hubungan mereka dan menjalin hubungan dengan wanita lain.

Kesal? Tentu saja. Sakit hati? Tidak perlu ditanya. Setiap orang pun akan merasakan hal sama. Putus dengan pasangan merupakan salah satu pengalaman yang tak ingin dirasakan semua orang. Terlebih, dalam kasus ini, sang pria menyudahi hubungan karena ingin menjalin hubungan dengan wanita lain yang jatuh cinta padanya setelah pasangan sebelumnya berhasil membuat sang pria terlihat menarik. Dendam? Sangat.

Bagi saya, berbagai rasa yang dialami oleh sang wanita normal-normal saja. Tapi, ada yang tidak normal, bagi saya. Ketika kemudian dia berucap, “Kalau tahu begitu, gw ga akan bikin dia jadi keren.” Bentuk penyesalan. Penyesalan memang selalu datang terlambat, dan karena itulah disebut dengan penyesalan.

Sayangnya, menurut saya, tidak perlu ada yang disesalkan. Bahwa hubungan berakhir, toh anggap saja menambah jam terbang (pengalaman). Bahwa pria yang disayangi pergi untuk wanita lain, anggap saja bukan jodoh (dan ternyata memang bukan jodoh wanita ini). Bahwa ada wanita yang tertarik kepada si pria setelah usaha yang dilakukan, anggap saja telah berbuat baik – dan segala perbuatan baik sepertinya tidak perlu disesali. Bahwa bibit yang kita tanam, ketika berbuah, orang lain yang memanennya, anggap saja sebagai sedekah.

Sok bijak? Tidak. Saya yang saat ini adalah hasil investasi semua orang, pengalaman, kejadian, dan segala hal yang terjadi sepanjang hidup saya sampai detik ini. Dan apakah mereka, yang baik secara sengaja maupun tak sengaja telah melakukan investasi dan memberikan sumbangsih terhadap perkembangan diri saya hingga kini, merasa menyesal? Kalau ada yang menjadi iya, sejujurnya Anda telah membuat hal yang sangat berharga bagi saya. Dan, itu merupakan ungkapan ketulusan dari hati saya.

Dalam berinvestasi, sebaiknya hapus kata ‘menyesal’ dalam otak Anda. Untuk apa menyesal? Karena investasi yang ditanamkan hilang, diambil orang, menyusut, musnah, atau yang lain? Bukankah dalam hidup setiap saat kita dituntut untuk membuat keputusan dan sikap? Setelahnya, berbuat sesuai dengan sikap atau keputusan yang dibuat. Tidak ada tombol “Reset” apalagi “Restart” atau “Replay”. Hidup berjalan satu arah, tidak ada putaran balik.

Kalau memang takut investasi yang ingin dilakukan akan menyusut atau menghilang suatu saat nanti, ya, lebih baik jangan melakukannya. Biarkan saja pasangan Anda tampil apa adanya (a.k.a. tidak menarik). Dijamin, tidak akan ada orang lain yang akan tertarik dengannya. Dan bila orang-orang di sekitar Anda berujar “Kok, dia mau, ya, sama yang kayak gitu?”, ya, anggap saja sebagai senandung kemenangan. Anda telah berhasil menjaga aset yang paling berharga. Atau, yang sebenarnya, Anda seseorang yang tidak memiliki visi dan memiliki pandangan yang sangat buram.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s