Pokoknya Sedemikian Rupa

IMG_0000001Dari sekian juta kata (rangkaian kata) di dunia ini, ada beberapa yang sangat saya hindari – baik untuk saya digunakan maupun ditujukan kepada saya. Bukan karena saya pemilih, mendiskriminasi terhadap kata-kata tertentu, atau merasa sensitif pada kata-kata ini. Hanya saja, menurut saya, kata (rangkaian kata) ini menghilangkan detail (informasi) penting yang seharusnya disampaikan.

Mungkin Anda memiliki pengalaman seperti ini:

Dalam sebuah sesi pengarahan, sang pengarah berucap, “Pokoknya nanti kalian….”

Atau, dalam bentuk yang lain, “Intinya buku ini berisi tentang….”

Merasa ada yang hilang dari dua kalimat tersebut (tentunya bukan bagian titik-titik)?

Saya sangat tidak menyukai penggunaan pokoknya, intinya, dan rekan-rekan sejawatnya. Merujuk pada kamus, pokok dan inti memiliki makna yang boleh dibilang mirip. “Sebab”, “dasar”, “inti sari”, “bagian yang utama”, “bagian yang penting peranannya dalam suatu proses atau pelaksanaan kerja”.

Bukan berarti saya sangat mengharamkan penggunaan kata-kata seperti ini. Saya pun masih menggunakan kata-kata tersebut. Yang membuat saya sangat menghindari kata-kata ini adalah ketika mereka digunakan tidak pada tempatnya.

Menurut saya, kata-kata seperti ini seharusnya hanya digunakan pada bagian akhir, simpulan. Ketika penjelasan (detail proses) telah disampaikan, barulah kata-kata seperti ini muncul. Dan jika kata ini muncul di depan, itu yang sangat saya tidak sukai. Bayangkan seorang pengarah yang mengucapkan “Pokoknya…” di awal arahan yang diberikan. Ada begitu banyak informasi yang dilompati, diabaikan. Kalau dalam skripsi, tanpa bab 1, 2, dan 3, langsung masuk ke bab 4. Bagaimana mungkin membuat simpulan tanpa terlebih dahulu mengenali dan menguraikan masalah? Akselerasi itu bagus, tapi bukan yang terbaik.

Beda lagi halnya dengan sebuah rangkaian kata yang cukup sering saya temui. Dalam situasi dan konsisi apapun, saya teramat benci ketika menemukan rangkaian kata ini. “Sang insinyur mendesain bangunan ini sedemikian rupa hingga bangunan yang dibuat terlihat sangat modern.”

Informasi apa yang didapat dari penggunaan sedemikian rupa? Bagaimana desain yang dimaksud yang membuat bangunan tersebut terlihat sangat modern? Contoh lain? Sangat banyak. Dikreasikan sedemikian rupa, diolah sedemikian rupa, dibentuk sedemikian rupa, dijalankan sedemikian rupa, dan jutaan sedemikian rupa lainnya. Satu kesamaan di antara jutaan “sedemikian rupa” tersebut, penghilangan informasi berharga yang seharusnya disampaikan.

Maaf jika ini terdengar sarkas, tapi menurut saya, orang-orang yang menggunakan sedemikian rupa ketika berkomunikasi adalah orang-orang yang sebenarnya tidak paham terhadap hal yang disampaikan. Alih-alih ingin terlihat menguasai, cerdas, memiliki pengetahuan luas, yang sebenarnya ditunjukkan adalah ketumpulan intelegensia.

Pokoknya, jika ingin berkomunikasi yang baik dengan saya, usahakan untuk tidak menggunakan cara yang sedemikian rupa. Itu intinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s