Coba Mengenal Orang Libra

Manny Lewis

Manny Lewis

Sutradara: Anthony Mir

Penulis: Carl Barron, Anthony Mir

Pemain: Carl Barron, Leeanna Walsman, Roy Billing, dan Damien Garvey

Beberapa bulan belakangan, salah satu topik hal yang kerap jadi topik pembicaraan di kantor adalah mengenai zodiak. Manusia, yang jumlahnya miliaran jiwa di bumi ini, sebenarnya dapat dikelompokkan menjadi 12 – ya menurut jumlah zodiak. Secara umum tentunya. Karena, ada banyak aspek lain yang menjadi penambah – meski yang utama tetap zodiak tersebut.

Percaya-tidak percaya, itu urusan masing-masing orang. Tidak ada unsur paksaan. Tidak ada unsur keharusan. Pilihan tetap terbuka. Kalau saya, dalam tulisan ini, cenderung bersikap ke salah satu sisi di antara dua titik tersebut, itu karena saya menggunakan hak saya sebagai manusia bebas untuk dapat menentukan pilihan.

Urusan zodiak semakin menjadi karena beberapa minggu terakhir saya diharuskan “membaca” beberapa artikel yang membahas atau terkait soal perbintangan ini. Sebagian dari pembahasan pun melekat di pikiran saya, dan ada di antaranya yang muncul ketika menonton film ini.

Saya sendiri bukanlah orang yang mendalami benar mengenai zodiak. Yang saya utarakan di sini berdasar yang saya tangkap selama terjadinya pembicaraan-pembicaraan mengenai zodiak atau artikel-artikel yang berkaitan tentang hal tersebut. Kalau ternyata ada kesalahan atau kekurangtepatan dalam pembahasan yang saya lakukan, mohon kiranya dimaklumi. Seperti yang saya utarakan tadi: saya hanya memanfaatkan hak saya sebagai manusia bebas, termasuk di dalamnya melakukan kesalahan dan belajar darinya.

Sebagai seorang entertainer, Manny Lewis adalah comic yang sukses. Aksinya tidak hanya menarik para penggemar stand up comedy untuk dapat ke club-club yang menggelar pertunjukan ini, tapi juga stasiun televisi untuk membuat program khusus. Dengannya, popularitas dan kenyamanan secara ekonomi pun diraih – meski terlihat berpenampilan sederhana, Manny memiliki apartemen yang bagus dengan pemandangan yang memukau.

Namun, bukan berarti hidupnya bahagia. Manny tetaplah seorang manusia yang memiliki kebutuhan untuk dipenuhi. Melihat kemampuan finansial dan pencapaian yang diraih pria ini, sulit membayangkan kalau ternyata hidupnya tidak bahagia. Tapi, begitulah nyatanya. Bukankah terkadang yang terlihat hanyalah tipuan semata?

Sebagai manusia, ada kebutuhan-kebutuhan mendasar yang tidak tercukupi. Kebutuhan yang terdengar sangat sederhana, cenderung sepele, tapi bisa dikatakan sangat substansial.

Melihat perilaku yang ditunjukkan tokoh utama dalam film ini, saya dapat menyimpulkan kalau dirinya berzodiak Libra. Ada beberapa hal yang menjadi alasannya. Yang pertama, ini menurut salah satu artikel yang belakangan ini harus saya baca, Libra sangat takut akan kesendirian tapi memiliki kecenderungan untuk terjebak dalam kesendirian. Ironis, bukan? Tapi, begitulah. Sebuah dilema yang harus dihadapi oleh orang-orang berzodiak ini. Seperti halnya yang dialami Manny Lewis.

Popularitas dan kenyamanan finansial tidak dapat menghindarkan dirinya dari dilema ini. Hidup di apartemen yang mewah, dia sadar dirinya merasa kesepian di tengah gemerlapnya Kota Sydney. Walau begitu, bukanlah ingat-bingar yang dicari. Hanya teman untuk berbagi cerita. Tidak perlu juga sekempulan manusia, cukup seorang yang dengannya rasa nyaman terbangun secara alamiah.

Rasa kesendirian itu yang menjadi motivasi untuk menghubungi layanan telefon-seks. Bukan berarti dia seorang maniak, bukan pula dia memiliki kecenderungan perilaku seks bermasalah. Yang diinginkan adalah seorang teman. Itu saja. Teman untuk berbagi cerita. Terdengar aneh memang mencari seorang teman melalui layanan telefon-seks, tapi bukankah ada sejuta macam cara untuk mendapatkan sesuatu?

Sebenarnya hidup yang dijalani Manny tidaklah sesuram itu. Meski hampir tiap malam diserang rasa kesepian, Manny sebenarnya memiliki seorang teman baik – yang juga menjadi manajernya. Hanya saja, ini salah satu ciri Libra yang saya ketahui, ada rasa sungkan (mungkin pula pengertian) untuk mengusik waktu teman ini. Sadar bahwa teman ini sudah berkeluarga, malam hari tentu merupakan waktu yang sangat berharga untuk dilalui bersama istri dan anak tercinta. Manny, mungkin juga sebagian besar manusia Libra, sangat sungkan untuk meminta waktu yang teramat berharga itu.

Layanan telefon-seks pun menjadi solusi. Beruntung, saluran yang dihubungi tidak sekadar melayani pelampiasan hawa nafsu. Selama si penghubung setuju membayar tarif sambungan yang sudah ditentukan, layanan jenis apapun dapat diberikan – termasuk sekadar mendengarkan cerita. Dan, itulah yang dilakukan Manny. Dia hanya bercerita tentang harinya, tentang dirinya, tentang pertemuan demi pertemuan yang dilalui bersama seorang perempuan, tentang hubungan yang sedang coba dia bangun, tentang kegundahan hatinya, tentang segalanya.

Ini mungkin hal lain yang kembali sulit dimengerti oleh sebagian orang. Ketika sudah memiliki seseorang yang dekat (dalam kasus film ini teman kencan), apa perlunya bercerita kepada orang tidak dikenal melalui layanan telefon-seks? Kalau memang ingin bercerita mengenai hubungan atau wanita yang sedang dikencani, kenapa tidak mengungkapkannya kepada teman dekat? Kenapa harus bercerita kepada orang yang bahkan diragukan keberadaannya?

Sebagai tipikal manusia dengan pemikiran yang kompleks, salah satu kebiasaan yang dimiliki oleh orang-orang Libra adalah melakukan klasifikasi – tapi bukan diskriminasi. Orang-orang Libra cenderung menempatkan seseorang pada posisi tertentu. Jika memiliki empat orang teman, misalnya, kepada masing-masing akan dibagikan hal yang berbeda. Si B tentang kisah asmara, si B tentang karier, si C tentang keluarga, sementara si D tentang hobi. Ini kembali kepada hal yang disebut kenyamanan. Meski merasa nyaman dengan semua yang disebut teman, terlebih lagi pasangan, ada klasifikasi dalam kenyamanan itu – salah satunya berhubungan dengan topik pembicaraan.

Kalau ternyata salah seorang dari pihak tempat berbagi cerita itu bukanlah orang yang dikenal dekat – bahkan mungkin tidak kenal sama sekali – itu bukanlah soal. Aman dan nyaman karena ada kesadaran bahwa, kalaupun mungkin cerita itu tersebar, orang yang menyebarkannya tidak tahu identitas kita. Jadi, privasi dan kerahasian identitas kita tetap terjaga. Itulah yang dialami Manny.

Hal lain yang menunjukkan ke-Libra-an Manny adalah pentingnya rasa percaya. Manny bukanlah orang munafik atau orang suci yang tidak mau berhubungan dengan seseorang yang memiliki masa lalu yang kelam. Yang dia inginkan adalah keterbukaan. Kejujuran dalam segala hal. Bukankah “semua orang pernah melakukan kejahatan di masa lalunya”? Manny kecewa karena harus tahu tentang “kejahatan” (kalau memang bisa dibilang seperti itu) secara tidak disengaja, bukan dari pengakuan orang yang dia percaya. Itu yang membuatnya terluka.

Dan pada akhirnya, memaafkan bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan oleh Libra (Manny). Hanya diperlukan waktu untuk tenang, berpikir secara rasional dengan menyingkirkan pengaruh emosi yang menggebu. Menentukan kembali prioritas yang ingin diraih serta segala macam konsekuensi yang akan diterima. Bukankah Libra adalah tentang menimbang/memperhitungkan segala hal yang mungkin terjadi? Dan ketika ketetapan sudah dibuat (jujur, ini buruknya Libra), terkadang yang dibutuhkan adalah sedikit dorongan. Bukan untuk meyakinkan mana yang benar atau salah, tapi sekadar meyakinkan untuk melakukan ketetapan yang sudah dibuat. Soal benar atau salah, biarkan Libra (dengan segala pertimbangannya) yang menentukan.

Sekadar saran, kalau Anda ingin coba mengenal atau memahami sifat dan pola pikir orang-orang Libra, film ini dapat dijadikan referensi yang cukup bagus. J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s