Menjual Mimpi, Menyunggi Imaji

IMG_20150903_170552794

Akhirnya ada waktu luang untuk untuk nulis-nulis iseng. Bukan sok sibuk, sih, cuma ya waktunya banyak terkuras – juga tenaga dan pikiran. Makanya, cukup sulit menyelipkan membuat tulisan iseng. Hehehehe….

Sebenarnya pikiran ini sudah cukup lama. Sekitar beberapa bulan lalu. Saat santai, menonton televisi, saya tertarik dengan sebuah iklan. Kalau tidak salah, iklan sebuah susu instan. Di iklan tersebut, ada narasi seperti ini “melakukan lebih dari yang aku mampu” – maaf kalau tidak tepat seperti itu, maklum daya ingat yang lemah.

Mendengar narasi itu, saya, kok, merasa tergelitik. Melakukan lebih dari yang aku mampu. Otak sederhana saya merasa ada yang salah dengan kalimat tersebut. Bukankah yang sesuatu yang dilakukan itu dalam batas kemampuan? Kalau memang tidak mampu, ya tidak akan dilakukan?

Ketika Usain Bolt menjadi pelari tercepat di dunia, itu karena dia mampu melakukannya. Yang dilakukan Usain Bolt memang tidak dapat dilakukan oleh manusia lain. Itu sebabnya dialah yang menjadi pemegang rekor pelari jarak pendek tercepat. Dalam hal ini, Usain Bolt yang menjadi standar, patron, ukuran dari kemampuannya. Jadi, dia mampu melakukan sesuatu yang luar biasa – yang tidak dapat dilakukan oleh orang-orang lain. Tapi, dalam kasus itu, tidaklah dapat dikatakan bahwa dia dapat “melakukan lebih dari yang aku mampu” – karena toh faktanya dia mampu melakukannya.

Saya memang tidak memiliki pengetahuan tentang dunia periklanan. Karenanya, saya tidak tahu prinsip-prinsip dalam dunia tersebut. Sebagai seorang yang awam, yang saya tahu bahwa iklan adalah salah satu cara untuk mempromosikan suatu produk – yang dengannya diharapkan dapat menaikkan angka penjualan produk tersebut. Membuat orang tertarik, salah satunya dengan mengemukakan keunggulan suatu produk, merupakan salah satu tujuan iklan. Yang membuat saya tergelitik, apakah ketertarikan itu harus dengan “menjual” suatu “impian”?

Ada batas yang tak boleh dilewati. Ada logika yang tak boleh disingkirkan. Kembali ke narasi tadi, ada fakta yang tidak boleh dilupakan.

Mendengar narasi iklan tersebut, saya teringat pada sebuah kalimat yang biasa diucapkan dalam konteks memotivasi: mengalahkan diri sendiri. Hmmm…. Kalimat ini, bagi saya, juga sama memusingkannya seperti narasi tersebut.

Kalah dan menang biasanya terkait dengan pertandingan, persaingan, perlombaan, dan lainnya. Biasanya, pertandingan, persaingan, atau perlombaan akan melibatkan lebih dari satu pihak. Selain itu, ada ukuran baku sebagai penentu. Karenanya, dapat jelas diketahui pihak yang menjadi pemenang – juga yang kalah. Jika yang berkompetisi adalah diri sendiri, lalu bagaimana menentukan pemenangnya? Jika hanya ada satu kontestan, lalu bagaimana menentukan pihak yang lebih baik? Penentuan keberhasilan pun menjadi sangat sulit untuk dilakukan.

Dalam bidang olahraga, memang dikenal istilah WO (walkover). Kemenangan WO diberikan kepada satu pihak karena pihak lainnya tidak dapat hadir di tempat pertandingan (atau, kalaupun hadir, tidak sesuai dengan aturan yang berlaku). Dalam hal ini, tetap saja ada lebih dari satu pihak yang terlibat dalam pertandingan. Tidak seperti narasi dalam iklan tadi.

Atau mungkin, yang dimaksud oleh narasi tersebut adalah melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak bisa dilakukan? Hmmm…. Kalau memang begitu, bukankah pada ada yang namanya proses belajar? Seorang manusia tidak serta merta bisa berlari ketika dilahirkan. Ada proses belajar. Mulai dari merangkak, berjalan, sampai kemudian bisa berlari. Seorang bayi memang tidak bisa berlari. Tapi seiring dengan perkembangannya, proses belajar yang dilalui, dia akan menjadi manusia yang mampu berlari – dan mungkin mencatatkan waktu yang lebih cepat dari Usain Bolt, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh manusia lainnya.

Advertisements

2 thoughts on “Menjual Mimpi, Menyunggi Imaji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s