Terus, Salah Siapa? Salah Gue? Salah Temen-temen Gue?

IMG_1086

Akhir pekan yang lalu, saat datang ke sebuah festival musik, saya bercakap bersama seorang teman melalui salah satu aplikasi di telefon pintar. Percakapan kami saat itu seputar acara yang sedang saya datangi. Agak sinis kalau boleh jujur.

Pembahasan dimulai ketika suatu ketika saya mendapati terdapat antrean yang begitu panjang di salah satu bagian tempat acara. Setelah bertanya-tanya, kerumunan tersebut merupakan antrean penonton yang ingin melihat penampilan salah seorang penyanyi muda ternama di tanah air. Yang membuat saya heran, juga menjadi alasan saya memulai pembicaraan dengan teman ini, adalah karena penyanyi tersebut mengusung musik beraliran pop.

Ini yang membuat saya heran. Kenapa begitu banyak orang yang mengantre ingin menyaksikan pertunjukkan penyanyi pop di tengah festival musik jazz? Salah kah? Hmmm… terlalu cepat menentukan salah dan benar dalam kondisi ini.

Menurut logika sederhana saya, karena namanya festival festival jazz, orang-orang datang untuk menikmati penampilan musisi jazz. Kalaupun ada penampilan dari musisi yang mengusung musik di luar jazz, itu sekadar selingan. Menu tambahan. Makanya, ketika melihat antrean yang begitu panjang akhir pekan lalu, saya pun bingung – begitu pula dengan teman saya.

Bertukar kalimat, kami pun tidak bisa menahan diri untuk tidak mencela peristiwa itu. Salahkah? Hmmm…. Mungkin saya yang salah.

Ya, saya yang bersalah dalam hal ini. Saya yang memulai pembicaraan dan memancing teman untuk berkomentar seperti yang saya inginkan. Semacam mencari dukungan atas kebingungan saya melihat antrean yang begitu panjang.

Berlalu beberapa hari, pikiran saya pun berubah. Tidak salah juga jika ada begitu banyak orang yang mengantre penampilan musisi tersebut. Salah tempat? Mungkin.

Saya coba membalik logika saya. Bagaimana jika yang selingan itu menjadi utama dan yang utama menjadi selingan? Alasannya, karena untuk menonton konser yang selingan ini harga tiketnya sama dengan harga tiket masuk festival musik ini. Jadi, dengan harga tiket yang sama, orang-orang bisa menikmati penampilan penyanyi tersebut, plus, kalau mau, menikmati pertunjukkan berbagai musisi yang lain. Itu boleh saja, kan? Wong namanya manusia. Selalu mencari keuntungan di setiap peluang yang ada.

Pertanyaan berikutnya: kenapa sampai itu terjadi? Kenapa bisa ada penyanyi yang tidak beraliran jazz di acara festival musik jazz? Paling mudah, salahkan saja penyelenggaranya. Merekalah yang menyeleksi dan mengundang para musisi yang tampil di acara tersebut. Jadi, kalau ada musisi yang mengusung aliran berbeda dari konsep utama acara, ya, paling mudah tinggal menuding pihak penyelenggara sebagai pihak yang bersalah.

Namun, tidak bisa juga seperti itu. Bagi penyelenggara, festival musik merupakan lahan usaha mereka. Bisnis. Melalui itulah mereka mencari uang, keuntungan, penghidupan. Untuk bisa mendapatkan uang (keuntungan) yang besar, acara harus dibuat menarik biar banyak pihak yang mau menjadi sponsor dan mampu menarik khalayak ramai. (Dalam hal ini, ke sampingkan dulu urusan idealism)

Sponsor dan pengunjung merupakan dua elemen penting keberlangsungan sebuah festival (selain tentunya ada banyak faktor lain seperti musisi). Jika kedua hal ini tidak dapat dibujuk, dirayu, dipengaruhi, yang terjadi adalah festival yang senyap, tanpa semarak, bahkan mungkin gagal. Niatan untuk meramaikan industri musik pun akan sirna. Layu sebelum berkembang, kalau boleh mengutip judul lagu yang dipopulerkan Tetty Kadi.

Jadi, kalau boleh, melalui tulisan ini, saya mau meminta maaf karena telah sinis setelah melihat antrean yang begitu panjang. Dan kalau boleh, saya meminta hak yang sama seperti orang-orang itu. Izinkan saya mengenakan bersenandung dengan cara saya meski berbeda intonasi dengan yang dipercaya masyarakat umum (para musisi). d:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s