A Mother with Two Daughters

Clouds-of-Sils-MariaClouds of Sils Maria

2014-Prancis

Sutradara: Olivier Assayas

Penulis: Olivier Assayas

Pemain: Juliette Binoche, Kristen Stewart, Chloë Grace Moretz, Lars Eidinger, Johnny Flynn, Angela Winkler, dan Hanns Zischler

Ketika pertama kali membaca daftar pemain yang ada di film ini, satu hal yang ada di pikiran saya: Sh*t!!! Download ga, ya? Maklum, sebagai pecinta film-film hasil unduhan, saya termasuk yang tipe pemilih. Walau bermodalkan bandwith curian (biasanya antara memanfaatkan akses internet di kantor atau Dunkin Donuts dekat rumah), tapi bukan berarti segala jenis film akan saya unduh. Ada kriteria, kategorisasi, penilaian, pertimbangan tertentu sebelum akhirnya saya memutuskan akan mengunduh suatu film.

Alasannya sederhana saja. Pertama: film-film di folder “New” yang berisikan film-film yang belum saya tonton masih begitu banyak. Bukankah akan menjadi mubazir kalau saya hanya sembarang mengunduh tapi kemudian tidak pernah menontonnya. Kedua: jujur saja, tidak banyak hal (alih-alih menyebut tidak ada) hal yang dapat dibanggakan dari diri sendiri. Karenanya, walaupun menjadi penggemar film unduhan (yang dengannya berarti menjadi musuh para pejuang anti-bajakan, dan mendapatnya dengan memanfaatkan fasilitas gratis yang tersedia), saya harus menempatkan diri di level tertentu. Level yang, setidaknya menurut saya, tidak sama dengan orang lain. Sombong walau yang disombongkan hanyalah “sampah”. Hahaha….

Okay, kembali ke soal dilema yang saya alami ketika membaca daftar nama pemain yang terlibat dalam film ini. Dilema. Ya, itu yang harus saya tekankan. Agak berlebih mungkin, tapi itu yang saya alami. Rasa senang saya membuncah ketika membaca nama Juliette Binoche menjadi aktris utama dalam film ini. Rasanya tak sabar untuk segera mengunduh dan mengaggumi wanita yang satu ini. Bagi saya, aktris Prancis ini berada di level yang sama dengan Meryl Streep. Aktris-aktris, yang lagi-lagi menurut saya, memiliki standar aktingnya sendiri. Ketika suatu saat membahas penghargaan Aktris Terbaik yang didapat Amy Adams dalam perannya di film Her, seorang teman bertanya heran kenapa penghargaan itu tidak didapatkan Meryl Streep yang menurutnya tampil lebih baik daripada si penerima penghargaan. Menanggapi teman tersebut, selain karena ketertarikan saya pada kecantikan Amy Adams, saya menjawab santai “Itu, sih, udah biasa kali. Biasa karena emang udah biasanya Meryl Streep tampil kayak gitu. Nah, yang nggak biasa itu kalau Amy Adams bisa tampil di level yang sama kayak Meryl Streep.” Teman saya hanya tertawa.

Dan begitulah. Saya pun langsung membuka lama baru, situs baru, mencari kalau-kalau file film ini sudah tersedia untuk diunduh. Tapi, yang saya cari pun tidak didapat. Kembali saya membuka lama yang membahas soal film ini dan membaca deretan pemain yang akan menemani Juliette Binoche. Di situlah, saya mengalami dilema. Ketika mendapati nama Kirsten Stewart sebagai salah satu pemerannya. Berada tepat di bawah sang aktris idola. Hmm….

Bukan saya mau bersikap skeptis atau bagaimana, tapi berdasarkan pengalaman, saya tidak pernah suka dengan penampilan aktris ini. Tidak banyak memang film yang dibintanginya yang saya tonton. Dari sekian banyak daftar film yang dia perankan, yang paling saya ingat adalah On The Road – juga menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Menurut saya, yang ditampilkannya di film ini sangat-sangat tidak dapat dibilang bagus. Satu hal menarik yang dia tampilkan di film tersebut adalah keberaniannya menunjukkan payudara yang ranum. Selebihnya, Amy Adams mampu mencuri perhatian meski hanya tampil dalam beberapa adegan.

Bulan-bulan berlalu sejak kejadian itu. Sampai kemudian, sebelum libur panjang kemarin, saya pun iseng “mencari bekal” sebagai teman libur panjang. File film ini pun ternyata sudah siap untuk diunduh. Dengan sedikit meyakinkan diri sendiri, saya pun mengunduhnya.

Saat menonton film ini, saya baru sadar bahwa bukan hanya Kirsten Stewart aktris muda yang ada di film ini. Bersama dengannya, ada aktris cantik dengan bibir seksi yang terlalu lebay sehingga kehilangan keseksiannya, menurut saya: Chloë Grace Moretz. Untuk aktris muda yang kedua, saya sebenarnya tidak ada masalah. Hugo, Kick Ass, dan If I Stay tidak meninggalkan kesan negatif. Tapi, tidak juga dapat dikatakan positif. Ya, biasa-biasa saja.

Mentor yang Baik

Sewaktu masih aktif di teater, walau dengan pengalaman yang sangat minim sebagai aktor, saya pernah mendengar seorang senior yang berkata, “Keberhasilan seorang aktor/aktris tidak hanya ketika dia berhasil menjadi tokoh yang diperankan, tapi juga menantang lawan main untuk tampil total.” Artinya, tidak ada bintang utama di atas panggung. Layaknya langit di malam yang cerah, yang terjadi adalah gemintang. Dan, mungkin itulah ungkapan yang tepat ketika saya melihat penampilan ketiga aktris tersebut di film ini.

Rasa skeptis saya pada Kirsten Stewart perlahan, seiring berjalannya alur film, luntur. Saya mulai menikmati yang dia sajikan. Saya mulai, secara diam-diam, menyukai penampilannya. Asisten pribadi dengan gaya yang bebas. Hidup. Sibuk tapi tidak kehilangan kehidupan. Bertanggung jawab tanpa lupa mencari kesenangan. Cekatan dengan mencari kebahagiaan. Walau, tetap saja, saya merasa perlu memberi catatan. Entah kenapa, saya melihatnya terasa kaku dengan adegan merokok – terutama pada bagian-bagian awal. Dia seperti perokok amatir yang hanya mengejar “pengakuan” dengan sebatang rokok terselip di antara jemari. Menghisap dan menghembuskan asap tembakau menjadi kegiatan yang sekadar dilakukan tanpa ada kenikmatan dalam kegiatan tersebut. Tapi, mungkin setelah sekian batang atau bungkus rokok yang dihabiskan, kecanggungan itu mulai hilang. Dia menjadi terbiasa dan biasa dengan rokok yang terselip di antara jemarinya.

Sementara, untuk Chloë Grace Moretz, seperti sebelum-sebelumnya, saya tidak merasa ada yang spesial. Berlalu begitu saja. Tidak meninggalkan kesan, baik itu positif atau negatif. Hmmm… ada yang salah sepertinya. Mungkinkah karena bibirnya yang terlalu lebay itu?

Ada yang terlupa? Hahaha… iya. Bagaimana dengan Juliette Binoche? Tapi, yang menurut saya perlu ditanyakan, perlukah membahasnya?

Advertisements

One thought on “A Mother with Two Daughters

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s