Hopemon

Stand-by-Me-Doraemon

Stand by Me Doraemon

2014-Indonesia

Sutradara: Ryuichi Yagi, Takashi Yamazaki

Penulis: Fujio F. Fujiko, Takashi Yamazaki

Pemain: Satoshi Tsumabuki

Jika ditanya mengenai hal yang membuat Doraemon begitu digemari, saya akan menjawab: harapan. Cerita yang menarik dengan gambar yang menunjang memang tidak dapat disingkirkan begitu saja. Kedua hal tersebut harus diakui memiliki peran besar pada kepopuleran kartun yang lalu berubah menjadi animasi ini. Namun, menurut saya, di balik itu, ada hal yang lebih penting yang, secara sadar maupun tidak, menjadi alasan cerita Doraemon begitu digemari.

Kalau boleh memberi pledoi lain, lihat saja buku atau film yang sudah beredar. Meski memiliki cerita yang menarik dan didukung dengan tehnologi yang memukau, bukan jaminan karya yang disajikan akan diterima dengan baik untuk kemudian digemari oleh masyarakat. Pesan yang terkandung di dalamnya, baik itu diungkap secara tersurat maupun tersirat, menjadi hal penting yang kadang luput dari perhatian para pembuat karya.

Harapan menjadi penting bagi kehidupan umat manusia. Dan dalam Doraemon, harapan itu terus dijaga. Bahkan dalam film layar lebar terbaru, cerita yang disajikan karakter kucing dari masa depan ini tetap mengedepankan harapan. Bahwa kehidupan yang lebih baik dapat terwujud di masa depan. Bahwa hidup bersama orang yang dicinta akan menjadi kenyataan. Bahwa kebahagiaan yang diimpikan akan menjadi realita.

Beberapa kali saya mendengar komentar “agak negatif” mengenai film terbaru Doraemon. Biasalah, manusia, mahluk yang diberi otak dan akal pikiran. Sudah menjadi maklum jika terjadi perbedaan. Dan, itu merupakan suatu keharusan, naluriah, wajib. Tanpanya, berarti ada yang salah dalam kehidupan.

Salah satu yang menjadi “ketidakpuasan” dari film animasi ini adalah akhir cerita. Beberapa pendapat menyayangkan akhir cerita yang seperti itu, bahwa kucing canggih dari masa depan kembali ke masa kini dan akan terus bersama dengan Nobita. Sementara, dari beberapa cerita yang saya dengar sebelumnya, ada harapan bahwa film kali ini benar-benar akan menjadi akhir dari cerita Doraemon. Yang menjadi pertanyaan, apakah akhir selalu berarti selesai?

—-

Doraemon yang datang dari masa depan membawa harapan bagi hidup yang dijalani Nobita. Dengan pertolongannya, bocah malas yang tidak pernah mahir dalam hal apapun, kecuali melakukan kesalahan, bermalas-malasan, dan bertindak bodoh, akan mampu menggapai masa depan yang baik. Hidup bahagia, membina rumah tangga bersama wanita yang sangat dicintainya. Sempurna. Semua itu berkat bantuan seekor kucing canggih yang datang dari masa depan.

Masa depan. Masa yang belum akan terjadi, tetapi masa itu yang kemudian datang menghampiri. Memperbaiki masa sekarang yang dengannya berarti akan memberi dampak pada dirinya, masa depan tersebut. Bahwa dia yang datang menghampiri akan sangat mungkin berubah, bahkan mungkin tiada, jika ada perubahan alur yang terjadi pada masa sekarang.

Seperti jalur jalan raya atau rel kereta api, alur waktu pun begitu. Sedikit pergeseran pada masa kini akan membawa perubahan pada masa depan. Bisa kecil, bisa pula sangat besar. Mr. Nobody menggambarkan dengan sangat bagus yang akan terjadi pada masa depan akibat keputusan atau tindakan yang dilakukan pada masa sekarang. Ini semua tentang pilihan, dan bukankah hidup adalah tentang terus dan terus membuat keputusan terhadap berbagai pilihan yang dihadapkan?

Namun begitu, masa depan itu tetap datang. Melintasi ruang dan waktu, dengan bantuan mesin waktu, Doraemon tetap datang kepada Nobita di masa kini – membawa harapan akan masa depan yang baik. Yang ditawarkan bukanlah kepastian, hanya berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Keputusan akhir, ada pada Nobita, sebagai subjek yang menjalani waktu.

—-

Selain kecanggihan tehnologi, transportasi yang super-cepat, etos kerja, perpaduan modernisasi-tradisi, hal lain yang terkenal di Jepang adalah tingginya tingkat bunuh diri. Tingkat kematian akibat bunuh diri yang terjadi di Jepang akibat bunuh diri sangat tinggi dibandingkan dengan masyarakat di negara-negara lain di dunia ini. Mungkin itulah yang membuat beberapa pihak asal negeri ini membuat karya atau proyek yang menumbuhkan harapan.

Masih ingat dengan Astro Boy? Karakter anak-ajaib ciptaan Osamu Tezuka ini menjadi salah satu simbol harapan bagi masyarakat Jepang, yang kemudian juga membawa sang seniman dinobatkan sebagai Bapak Manga. Kalau tidak salah, harapan menjadi hal utama yang ingin disampaikan oleh Osamu Tezuka ketika menciptakan karakter ini.

Saat itu, masyarakat Jepang sedang mengalami kehancuran setelah kalah di Perang Dunia II. Tidak hanya kehancuran fisik akibat perang, tetapi juga kehancuran moral. Sebagai pihak yang kalah, tentulah ada beban psikologis yang harus mereka hadapi. Karena itulah, mangais ini menciptakan sebuah karakter yang dapat membangkitkan semangat masyarakat Jepang.

Sebuah anak ajaib yang dapat menghancurkan berbagai kejahatan, menjaga keamanan, dan membangun masa depan.

Tidak hanya karakter Astro Boy. Berbagai nilai yang diterapkan, yang di kemudian hari menjadi panduan dasar atas yang disebut sebagai manga, pun pada dasarnya dibuat untuk membangkitkan semangat. Adegan-adegan lucu, ekspresi berlebihan, bentuk tubuh yang sempurna, dan lain sebagainya. Itu semua sengaja dibuat untuk membangkitkan kebahagiaan, menghibur masyarakat yang sedang mengalami kehancuran, yang pada akhirnya menimbulkan semangat untuk terus berusaha membangun kehidupan yang lebih baik.

Di abad 21, proyek semacam itu pun kembali dilakukan. AKB 48 tentulah bukan hal asing lagi. Girl band yang di kemudian hari berkembang dan menyebar ke berbagai negara ini dibentuk dengan semangat yang sama seperti yang dilakukan Osamu Tezuka.

Saat itu, pada 2009, Jepang mengalami bencana yang cukup hebat. Sebagian wilayah negara ini dilanda tsunami yang cukup dahsyat – meski tidak sedahsyat yang terjadi di perairan nusantara pada 10 tahun yang lalu. Meski tidak membuat kehancuran seperti yang dialami pada tahun 1945, tetap saja masyarakat negara, terutama di wilayah yang dilanda bencara, mengalami tekanan psikologis. Adalah produsen minuman isotonik yang memiliki ide melakukan “proyek menghibur dan membangkitkan semangat”. Pocari Sweat membentuk girl band yang diberi nama AKB 48, sesuai nama daerah girl band tersebut dibentuk dan jumlah personelnya.

Karena dibentuk sebagai “proyek menghibur dan membangkitkan semangat”, tak heran jika anggota yang terpilih dan lirik lagu yang dibawakan pun mengajak semua orang yang mendengarkan untuk terus cerita, bersemangat, dan penuh harapan.

Dan di tahun ini, karya serupa pun muncul dari salah seorang seniman asal Jepang. Entah disengaja atau tidak, kehadiran film Doraemon bersama Colorless Tsukuru Tazaki karya Haruki Murakami semakin memperjelas bahwa negara tersebut memerlukan harapan – entah apa yang menjadi masalah pada masyarakat Jepang tahun ini. Poin khusus perlu diberikan pada Colorless Tsukuru Tazaki. Pasalnya, dari beberapa novel karya Haruki Murakami yang saya baca, baru kali ini saya merasa semangat harapan yang begitu besar – harapan akan kehidupan yang lebih baik juga disampaikan pada 1Q84, hanya saja dalam skala yang lebih kecil.

Saya pun jadi teringat perkataan seseorang yang punya hubungan dengan Jepang. “Jangan pernah berhenti berharap, karena harapan yang membuat kita terus hidup.” Yes, you are right, Nduk. J J J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s