Menghapus Kekelaman

Cold-in-July
Cold in July
Sutradara: Jim Mickle
Penulis: Nick Damici, Joe R. Lansdale, Jim Mickle
Pemain: Michael C. Hall, Sam Shepard, Don Johnson, Vinessa Shaw, Wyatt Russell, dan Nick Damici

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

(“Hujan Bulan Juni”-Sapardi Djoko Damono)

Richard tidak pernah menyangka seorang pria yang menyelinap ke rumahnya di tengah malam akan membawa dirinya pada sebuah petualangan. Petualangan yang bukan hanya membawa dirinya pada pengalaman baru, tapi petualangan yang membuat dirinya menjadi manusia baru. Bukan lagi sekadar ayah dan suami yang baik, tapi juga yang berani menghadapi kenyataan bahwa pada saat yang dibutuhkan, senapan dapat memberikan jawaban.

Russel tidak pernah berharap anak kandung yang tak pernah ditemui sepanjang hidup akan tumbuh menjadi penjahat. Berita mengejutkan yang diterima bahwa anaknya terbunuh saat menyelinap masuk ke sebuah rumah membakar amarah. Nyawa dibalas dengan nyawa, Russel menuntut balas pada pria yang telah membunuh anak semata wayangnya.

Richard dan Russel tidak menyangka akan terbawa pada sebuah kenyataan yang getir. Ketidaksengajaan Richard menarik pelatuk senapan yang berujung pada hilangnya sebuah nyawa menjadi solusi bagi pemerintah untuk “menghilangkan” identitas seorang penjahat. Pun begitu dengan Russel. Menyangka anaknya telah meninggal, kenyataan yang lebih pahit harus diterima.

Buah jatuh tidak jauh dari pohon. Sejak lahir kehilangan sosok ayah, Freddy ternyata tumbuh tidak sekadar menjadi penjahat. Dia memanfaatkan kesenangannya membunuh sebagai komoditi. Russel yang merasa bertanggung jawab pada anaknya harus membuat keputusan sulit. Peluru dan senapan menjadi hal yang biasa bagi veteran perang – dan itu pula yang menjadi solusi bagi Russel untuk meluruskan masalah yang dibuat Freddy. Tidak ada orangtua yang berharap menguburkan jazad anaknya. Tapi, ketika keadaan sudah semakin sulit untuk dibenahi, selongsong peluru yang keluar dari senapan Russel menghentikan kejahatan Freddy.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s