Bad Law, but in Nice Way…

Dom Hemingway

Dom Hemingway
Sutradara: Richard Shepard
Penulis: Richard Shepard
Pemain: Jude Law, Richard E. Grant, Demian Bichir, Madalina Diana Ghenea, Demian Bichir, Kerry Condon, Emilia Clarke, Jordan A. Nash, dan Jumayn Hunter

Seorang teman pernah berkata bahwa dia sangat menghindari film-film yang dimainkan oleh Steven Seagal. Begitu pria ini muncul, meski saat itu mulai terbawa dengan kemenarikan cerita yang disajikan, langsung saja tangan bergerak mengambil remote dan mengubah saluran televisi. Jujur, saya pun melakukan hal yang sama. Alasannya sederhana saja. Film-film yang diperankan Steven Seagal dapat dikatakan sama semua. Dia selalu menjadi tokoh utama, jagoan, dan tidak mati – menurut pengakuan teman yang lain ada satu film ketika dia akhirnya meninggal di akhir film. Bahkan, yang paling parah, meski melewati berbagai pertarungan, rambut buntut kudanya masih tetap rapi. Intinya, membosankan.

Keragaman karakter yang diperankan oleh seorang aktor, jujur saja, menjadi salah satu alasan saya menghargai seseorang. Itulah yang menjadi alasan saya menyukai film-film yang diperankan Mads Mikkelsen. Dari satu film ke film lain, saya mendapatkan sajian yang berbeda dari aktor asal Denmark ini. Dan, itupula yang membuat saya menikmati film ini.

Jude Law. Aktor tampan yang kemampuan aktingnya mulai saya nikmati ketika menonton Closer – ketahuan, deh, telat melek film. Seiring makin banyaknya film yang diperankan aktor ini, saya hampir saja mengalami kebosanan. Pria tampan yang disenangi wanita-wanita cantik. Genre film yang dimainkan pun mayoritas drama percintaan. Beruntung, saya tidak sampai tenggelam dan memasukkannya ke dalam daftar aktor yang filmnya harus dihindari.

Beberapa minggu lalu, saya juga menonton film yang diperankan Jude Law, The Grand Budapest Hotel. Ditambah dengan pengalaman menonton film ini, saya pun semakin takjub dengan kemampuannya berakting.

Dalam film ini, saya benar-benar menikmati kemampuan Jude Law berakting. Menjadi seorang kriminal yang obsesif pada dirinya sendiri, khususnya pada penis, Dom Hemingway (tokoh yang diperankan Jude Law) berusaha memperbaiki kesalahannya. Harus mendekam dipenjara selama 12 tahun, ada banyak hal yang dilewatkannya. Istrinya meninggal sementara putri satu-satunya harus berjuang menjalani hidup sebatang kara – padahal di saat itu dia masih memiliki seorang ayah. Perlahan, Dom berusaha memperbaiki kesalahannya – meski tidak meninggalkan kelakukan aslinya, old habit die hard.

Happy ending. Standar. Tapi, tetap saja, penampilan yang disajikan Jude Law dalam film ini merupakan sajian yang sangat menarik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s