Why Suarez and Arsenal (Arsene Wenger) Match One Each Other

Why Suarez and Arsenal Match One Each Other

Satu berita yang mendapat perhatian besar di jendela transfer musim panas ini adalah soal tawaran Arsenal untuk Luis Suarez. Sebenarnya, berita ini cukup mengejutkan. Karena, di awal jendela transfer, keduanya tidak dibayangkan akan saling terkait. Arsenal dikabarkan mengincar Gonzalo Higuain sementara Real Madrid akan membeli Luis Suarez jika penyerang asal Argentina itu jadi pindah ke Arsenal. Tapi kenyataannya, Gonzalo Higuain memutuskan pindah ke Napoli dan Arsenal terus memburu Luis Suarez.

Lalu, kenapa berita ini menjadi begitu besar? Apakah dia layak menjadi besar? Fenomenal? Atau, kenapa?

Jawaban singkatnya: karena tidak ada yang lebih menarik. Jawaban yang lebih panjang?

Seingat saya, tidak ada pemain yang terkait transfer antara Liverpool dan Arsenal. Maksudnya, pemain Liverpool yang pindah ke Arsenal atau sebaliknya. Musim ini, Kolo Toure menjadi pemain baru Liverpool, tapi itu setelah dia menyelesaikan kontrak di Manchester Citu – tidak langsung dari Arsenal. Benayoun menjadi pemain Arsenal setelah sebelumnya menjadi pemain Chelsea. Selain itu? Entahlah. Daya ingat saya sangat terbatas.

Apakah kedua klub ini memiliki masalah? Sepertinya tidak. Arsene Wenger sangat bersikap keras terhadap Alex Ferguson sementara klub yang sangat gencar mengalahkan jumlah raihan juara Liverpool adalah Manchester United. Seharusnya Liverpool dan Arsenal menjadi sekutu dan menghancurkan Manchester United. Tapi kenyataannya, sekarang hubungan keduanya menjadi sangat tidak baik. Penyebabnya, ya, proses transfer Luis Suarez.

Awalnya proses transfer ini berjalan dengan biasa saja. Arsenal mengajukan penawaran resmi yang kemudian ditolak dengan baik-baik oleh pihak Liverpool. Alasannya: karena Luis Suarez tidak dijual. Tidak mau menyerah, Arsenal kembali mengajukan tawaran. Jumlah tawaran yang kedua lebih tinggi dari yang pertama – dengan harapan pihak Liverpool dapat mempertimbangkan lebih-lebih mau melepas stiker berusia 26 tahun milik mereka.

Namun, alih-alih melunak, Liverpool malah menjadi berang dengan tawaran kedua yang diajukan Arsenal. Bahkan, sang pemilik yang biasanya kalem ikut-ikutan berkomentar – dan dengan nada emosional. Apa sebab? Tawarannya masih kurang?

Tawaran kedua yang diajukan Arsenal memang melebihi batas minimal penawaran yang tidak dapat ditolak Liverpool untuk Luis Suarez. Dalam kontrak Luis Suarez dengan Liverpool, terdapat klausul release clause klub ini akan menerima setiap tawaran yang masuk jika besarnya minimal £40 juta. Sementara, penawaran kedua yang diajukan Arsenal melebihi angka tersebut. Tepatnya £40 juta + £1.

Tidak hanya sang pemilik klub (juga Brendan Rodgers yang pastinya terkait dengan proses transfer ini), beberapa pihak pun berkomentar soal proses transfer ini. Salah satunya adalah sang kapten, Steven Gerrard. Gelandang tim nasional Inggris ini menanggapi permasalahan ini dengan kalem. Baginya, hak setiap pemain untuk pindah mencari klub yang lebih baik. Hanya saja, lanjut Gerrard, tawaran yang datang untuk Suarez belum ada yang lebih baik dibanding klubnya saat ini. Gerrard bahkan menjadikan Xabi Alonso dan Javier Mascherano (dua pemain yang pernah menjadi rekannya di lini tengah Liverpool). Kedua pemain ini pindah ketika mendapatkan tawaran yang lebih baik. Bermain untuk klub yang lebih besar.

Sialnya, alih-alih menjadi tenang dengan nasihat yang diberi sang kapten, mantan striker Ajax ini malah mengumbar keinginannya untuk segera meninggalkan Liverpool. Keadaan semakin memanas. Tidak hanya antara Liverpool dengan Arsenal, tapi juga Liverpool dengan Luis Suarez.

Dalam kontrak Luis Suarez dengan Liverpool, juga terdapat kesepakatan jika klub ini gagal mengikuti Liga Champions Eropa, mereka harus mempertimbangkan tawaran yang datang dari klub peserta liga tersebut. Dan faktanya, Arsenal berkesempatan mengikuti Liga Champhions Eropa musim 2013-2014. Berkesempatan, karena tim ini harus melewati fase play-off.

Dilihat dari segi profesionalitas, Luis Suarez berhak menuntut haknya untuk membicarakan kontrak dengan Arsenal. Tawaran yang datang dari Arsenal memenuhi persyaratan yang tercantum dalam kontrak. Lalu kenapa sampai sekarang Liverpool masih menghalangi proses transfer ini? Ada dua hal. Pertama soal tawaran yang diajukan Arsenal dan kedua soal Luis Suarez.

Tawaran sebesar £42.000.001 memang melebihi batas minimal release clause dalam kontrak Luis Suarez, tapi sekaligus merupakan suatu penghinaan yang tiada tara. Jujur saja, apa yang bisa di dapat dengan £1? Sialnya, jumlah itu bahkan tidak dapat digunakan untuk membeli sebuah koran yang terbit pada Hari Minggu. Lalu kenapa Arsenal memasukkan satu angka itu dalam tawaran yang diajukan? Tidakkah mereka tahu bahwa satu angka itu dapat merusak banyak hal?

Mungkin, secara finansial, keadaan Arsenal saat ini lebih baik dari Liverpool. Apalagi, Liverpool saat ini sedang melakukan program pengurangan anggaran gaji pemain. Tapi begitu, bukan berarti tim ini berada di ambang kebangkrutan. Faktanya, di jendela transfer musim panas ini, Liverpool sudah mendapatkan empat pemain – mungkin sebentar lagi akan lima. Satu di antaranya berstatus free transfer sementara tiga yang lain transfer biasa. Sementara di pihak lain, Arsenal baru mendapat seorang pemain – itupun dengan status free transfer. Jadi, sebenarnya siapa yang lebih punya uang?

Melihat perjalanan beberapa tahun terakhir, Liverpool bukan klub yang mencari keuntungan dari transfer pemain. Bahkan, mungkin klub ini termasuk salah satu yang memiliki kebijakan transfer terburuk. Sebut saja Robbie Keane atau yang paling terakhir fenomenal adalah Andy Carroll. Mungkin pengecualian untuk Xabi Alonso dan Fernando Torres. Lagipula, menilik dua transfer pemain Spanyol itu, memang tawaran yang masuk dalam jumlah besar – bukan atas permintaan Liverpool. Jadi, andai saja Arsenal mengajukan tawaran £42 juta tampa embel-embel recehan, akan sangat mungkin Liverpool membiarkan klub asal London itu berdiskusi mengenai kontrak dengan Luis Suarez. Ini bukan soal besarnya nilai transfer tapi lebih pada harga diri yang telah dirusak oleh tawaran yang diajukan Arsenal. Lagipula dengan angka tersebut Liverpool sudah mendapatkan untung dari penjualan Luis Suarez.

Permasalahan kedua adalah si pemain, Luis Suarez. Memang, faktanya adalah pemain ini menjadi pencetak gol terbanyak untuk Liverpool di sepanjang musim 2012-2013. Tidak ada yang meragukan kalau Luis Suarez merupakan pemain yang sangat berbahaya. Dia punya kemampuan yang sangat bagus. Tapi yang dilupa, dia pun memiliki perangai yang sangat tidak bagus. Perangai itu pula yang membuat Liverpool beberapa harus terlibat dalam permasalahan yang ‘tidak terhormat’.

Pindah ke Liverpool sejak Januari 2011, pemain ini setidaknya sudah tiga kali terlibat dalam kasus tidak terpuji. Dia pernah terlibat kasus pelecehan ras terhadap pemain belakang Manchester Unitedm Patrice Evra. Dia pun pernah tertangkap kamera mengacungkap jari tengah ke pendukung lawan. Yang terakhir, dia menggigit pemain belakang Chelsea, Ivanovic. Itu belum daftar diving yang dilakukannya. Lalu, dimana manajeman dan pemain Liverpool ketika dia menghadapi semua permasalahan itu? Mereka ada di belakang Luis Suarez. Mereka tetap mendukung penyerang asal Uruguay ini. Mereka, dengan besar hati, mengakui kesalahan yang dilakukan rekan satu tim dan menyebutnya sebagai kesalahan yang tidak disengaja. Luis Suarez belum tiga musim membela Liverpool tapi dia mendapatkan perlakukan yang tidak didapatkan John Terry di Chelsea.

Bukan untuk membenarkan kesalahan yang dilakukan Luis Suarez, yang dilakukan manajemen dan pemain Liverpool adalah berlandaskan rasa kemanusiaan. Bahwa setiap manusia pernah melakukan kesalahan dan setiap orang berhak mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri. Tapi kini, yang diberikan Luis Suarez sebagai balasan adalah ….

Luis Suarez memang pemain paling produktif di Liverpool saat ini, tapi yang dia lupa dia bukanlah sang legenda. Dia belum melakukan apapun untuk klub ini. Bahkan, dia belum layak disebut sebagai pemain hebat.

Pada suatu masa, nomor punggung ‘7’ menjadi nomor yang sakral di Liverpool. Tapi masa itu sudah berlalu. Kesakralan itu sudah beralih. Nomor ‘8’ yang sekarang menjadi legenda. Yang dilakukan Steven Gerrard pada final Liga Champions Eropa 2004-2005 di Istambul, Turki, adalah sesuatu yang sangat spesial. Sesuatu yang bahkan sampai saat ini tidak dilakukan Messi atau Ronaldo atau Neymar.

Pindah klub? Itu sesuatu yang sangat mudah bagi Gerrard. Bahkan di usianya yang sudah lebih dari 30 tahun, ada banyak klub besar yang mau menampung pemain ini. Tapi, loyalitas adalah sesuatu yang tidak ternilai harganya. Liverpool telah menunjukkan loyalitasnya kepada pemain ini dan sudah selayaknya klub pun mendapat perlakukan yang sama. Konsep itu yang tidak dipahami Luis Suarez.

Bagi pemain ambisius seperti dia, yang terpenting adalah secepatnya mencapai kesuksesan tanpa pernah peduli bersama siapa dia akan meraih kesuksesan itu. Dan sepertinya, itu pula yang dipikirkan Arsene Wenger. Dia berpikir musim lalu Alex Ferguson berhasil mendapatkan gelar juara karena membajak penyerang kesayangan pelatih asal Prancis ini. Dan jika musim ini berhasil membajak penyerang terbaik asal klub lain, dia berharap dapat meraih tuah seperti yang dirasakan Manchaster United. Dan, itu satu hal yang membuat Luis Suarez dan Arsenal (Arsene Wenger) menjadi pasangan yang cocok.

Hal lain yang membuat mereka cocok adalah sikap. Klub yang memberikan tambahan £1 sangat cocok digabungkan dengan pemain yang tak tahu rasa terima kasih. Mereka sama-sama, maaf sebelumnya, tidak tahu diri. Dan jika berada di posisi Brendan Rodgers atau John W. Henry, saya akan melepas pemain egois ini dan menyimpan £1 dari transfer itu untuk membelikan Arsene Wenger koran minggu yang memuat berita transfer itu – meski saya harus mengeluarkan uang tambahan untuk melakukan itu.

Contribute to Simple Survey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s