RectoVerso (Verdict)

image

Bukan ingin mengambil simpulan atau semacamnya. Bukan pula mau menghakimi atau memberi penilaian akhir. Bagian ini hanya memuat kesan saya secara keseluruhan.

RectoVerso film yang bagus. Mengingatkan saya pada film Love is Cinta (bener ga ya judulnya?). Kisah cinta yang tulus. Cinta yang apa adanya.

Yang kurang berkenan adalah dialog. Entah karena ingin mengejar efek air mata pada penonton atau karena apa, saya kok merasa dialog di film ini terasa kurang riil. Sepertinya saya tidak akan menggunakan kalinat seperti itu dalan percakapan sehari-hari. Hasilnya, durasi sekitar 100 menit terasa cukup lama. Tidak membuat saya merasa lupa waktu. Dan pada akhirnya, saya rindu menonton Ada Apa dengan Cinta.

Contribute to Simple Survey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s