RectoVerso Part. 1 (Romantic Words)

Dalam film ini, Asmirandah berperan sebagai Senja. Saya tidak ingin mengomentari aktingnya, atau mengungkapkan kekecewaan atas status-hubungan-pribadi si cantik ini. Saya mau berkomentar tentang namanya.

Tidak. Memang tidak ada yang salah dengan namanya. Senja nama yang bagus. Tapi, justru ‘bagus’ itu yang menjadi masalah. Pelabelan yang dilakukan pada sebuah, sekelompok kata atau istilah. Dan kalau boleh untuk sejenak berperan sebagai ahli bahasa, saya ingin memasukkan “senja” ke dalam kelompok Istilah Romantis. Di dalam kelompok ini, terdapat kata atau istilah lain, seperti “ilalang”, “bulan”, “pelangi”, “sunset”, “sunrise”, “harum tanah setelah hujan”, “mencipta lagu atau puisi untuk yang didamba”.

Tidak. Juga tidak ada masalah pada kata atau istilah tersebut. Yang bermasalah, dan selalu menjadi/membuat masalah, adalah manusia sebagai pengguna bahasa.

Menurut pengamatan saya (yang sangat bisa dibantah dengan pengamatan yang lebih serius), kata atau istilah yang saya telah sebutkan merupakan bentuk yang sering digunakan untuk mengungkapkan rasa cinta. Atau, digunakan dalam cerita-cerita romantis. Kehadiran kata atau istilah tersebut dianggap memiliki kekuatan magis.

Kenapa senja itu romantis? Kenapa hujan juga romantis? Lalu dengan ilalang? Jingga? Awan? Harum tanah setelah hujan?

Kalau diperhatikan, kata atau istilah yang dikelompokkan ke dalam Istilah Romantis memiliki setidaknya satu dari beberapa sifat berikut:
1. mengungkap kefanaan
Senja merupakan masa peralihan. Dia berada di antara siang dan malam. Keberadaannya sangat sesaat – tidak selamanya malam atau siang.
2. mengungkap sifat lemah
Ilalang merupakan tumbuhan dengan batang kurus yang panjang. Ketika tertiup angin, tanaman ini akan selalu bergoyang. Batangnya mudah patah ketik melakukan kontak fengan benda lain.
3. mengungkap kesunyian, keheningan, dan ‘dingin’
Bagaimana suasana sehabis hujan? Sepi. Orang-orang masih berteduh – kecuali di jalan protokol yang sedang terjadi kemacetan hebat. Lalu malam? Kurang lebih sama.

Kalau boleh mengambil kesimpulan, kesan romantis yang ditimbulkan kata atau istilah tersebut adalah karena mengungkapkan sisi asli manusia. Manusia yang takut akan waktu, takut akan kesendirian, takut akan ketidaksempurnaan yang dimiliki.

Yang kemudian menjadi masalah adalah alasan kata atau istilah yang menunjukkan sisi lemah manusia tersebut malah dianggap romantis? Jawaban sederhana untuk sementara ini, adalah karena ditujukan untuk manusia. Manusia toh tak ada yang sempurna. Manusia pernah melakukan kesalahan atau kekhilafan. Tak perlu menutupi kelemahan untuk menjadi romantis. Romantis mengandung kejujuran.

*pas ngetik sempet ketiduran. maaf kalo ngaco

Contribute to Simple Survey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s