Para Pengelak yang Dikagumi

Pengelak

Ada dua buku yang sangat berpengaruh pada diri saya. Keduanya berjenis prosa. Satu merupakan karya sastrawan Indonesia di masa lalu, sementara yang lainnya karya seorang sastrawan asal China. Pengakuan Pariyem dan Soul Mountain (yang dalam versi Indonesianya menjadi Gunung Jiwa). Linus Suryadi dan Gao Xingjian.

Pengakuan Pariyem membuat saya jatuh cinta pada kesederhaan masyarakat Yogyakarta. Tentang cara mereka memandang kehidupan. Meski dalam beberapa hal saya tidak menyetujui (terutama ketika Pariyem dan keluarganya harus menerima kenyataan anak yang dilahirkan perempuan lugu tersebut tidak akan pernah menjadi bagian dari keluarga besar si juragan), Linus menggambarkan dengan sangat sederhana, lugas, sekaligus indah tentang kesederhanaan, kelugasan, dan keindahan kehidupan masyarakat Yogyakarta.

Gunung-Jiwa

Sementara, buku yang satu lagi membuat angan-angan saya melayang. Membayangkan petualangan-panjang. Mendatangi tempat-tempat baru. Bertemu dengan orang-orang baru. Berbincang dengan mereka. Mengenal kebudayaan baru, yang belum pernah dipelajari sebelumnya.

Sejujurnya, buku ini pernah membuat saya berpikir untuk melakukan pengelanaan jauh dan panjang. Selesai kuliah, saya akan bekerja dan mengumpulkan uang secukupnya – sekadar untuk bertahan hidup seadanya sekitar 1-2 bulan dan yang terpenting cukup untuk kembali ke rumah jika terjadi keadaan darurat. Mencari pekerjaan serabutan di tiap daerah yang saya datangi. Mengenal kebudayaan dan masyarakat setempat lalu pergi menuju tempat baru. Kembali bertualang.

Sayangnya, kondisi kemudian berubah. Uang yang rencananya dikumpulkan tidak juga terwujud. Terlebih, saat itu, ada seorang perempuan yang menjadi pertimbangan utama untuk tidak pergi melakukan perjalanan jauh dan panjang.

Ketika dua faktor tadi sudah tidak ada lagi, ada sejumlah uang yang bisa digunakan dan tidak ada lagi komitmen dengan perempuan, justru pemikiran saya yang berubah. Saya tidak lagi melihat para petualang sebagai manusia yang keren, yang berani menempuh risiko melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang belum pernah datangi. Saat ini, saya melihat mereka sebagai ‘pengelak’ (kata yang belum masuk dalam kamus bahasa Indonesia karena mungkin kata ini tidak berterima).

Maksudnya, mereka adalah orang yang takut pada komitmen. Mereka selalu pergi dari satu tempat ke tempat lain. Tanpa pernah tinggal lama di suatu tempat. Yang mereka lakukan adalah memuja keindahan dan pengalaman menakjubkan yang dialami ketika datang ke suatu tempat. Mereka akan menceritakan pengalaman tersebut ke khalayak luas. Mengajak orang lain untuk mengalami pengalaman yang mereka rasakan. Melakukan perjalanan panjang.

Saya membayangkan, tidak mungkin semua tapi cukup sebagian besar, masyarakat melakukan perjalanan seperti itu, keanekaragaman budaya yang dimiliki negara ini perlahan akan menghilang lalu berakhir pada kemusnahan. Tidak ada lagi generasi muda yang bertahan di tanah kelahirannya, mempelajari budaya yang diturunkan dari nenek moyang, menyambut setiap tamu dengan keramahtamahan, dan sebagainya. Mereka akan sibuk mencari tempat-tempat baru yang belum pernah didatangi. Dan jika memang seperti itu kondisi yang terjadi, yang mereka temukan di tempat baru hanyalah kehampaan. Tidak ada lagi yang akan menyambut para pengelana itu. Tidak ada lagi masyarakat yang menyapa dengan ramah atau budaya baru yang diperkenalkan.

Saat ini, saya tidak menganggap para pengelana itu sebagai orang yang keren. Mereka adalah para pengelak. Yang tidak berani mempertahankan dan mempelajari kebudayaan yang diturunkan para pendahulu. Berdalih sebagai penyampai, penyebar kekayaan budaya yang dimiliki negara ini, mereka membentuk opini bahwa yang sedang dilakukan adalah sesuatu yang keren. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak mengenal atau peduli pada kebudayaan sendiri menjadi individu yang sangat peduli pada pelestarian kebudayaan lain? Sebuah omong kosong, menurut saya.

Contribute to Simple Survey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s