Kenapa Kartini?

Fireworks

Yang terjadi adalah:

– Kartini memiliki pemikiran yang jauh lebih modern dibanding kaum wanita, juga pria, pada masanya. Pemikiran tentang kesamaan hak. Setiap manusia yang terlahir memiliki hak yang sama, tanpa membedakan jenis kelamin. Bahwa penis dan vagina bukanlah ukuran untuk menentukan layak-tidaknya seorang manusia mendapatkan pendidikan yang diinginkannya – juga dibutuhkannya. Melalui surat-suratnya, Kartini menyuarakan kebebasan. Hak untuk menjalani hidup sesuai dengan yang diinginkan, dicita-citakan. Bahwa jalan hidup yang dilakoni adalah yang diingini, dan segala yang menjadi konsekuensi adalah tanggungjawab pribadi. Dia pun menentang sistem poligami yang dianut sekelompok masyarakat pada masa itu.

 – Kartini menikah dengan pria yang dipilih (dijodohkan) oleh orangtuanya. Terlepas dari bagaimana perlakuan yang diberikan sang suami kepada Kartini, satu kenyataan yang harus diterima, diakui, dan dijalani adalah dia harus ‘berbagi’ pria yang berstatus suami dengan wanita lain yang juga menjadi istri pria itu – juga para selir. Kartini remaja adalah gadis yang menentang sistem poligami, sementara Kartini ‘dewasa’ adalah wanita yang menjadi bagian dari poligami. Dia menjadi bagian dari sistem yang (pernah) coba ditentang.

 Yang juga terjadi adalah:

– Ada wanita-wanita lain yang juga lahir, hidup, dan meninggal di negeri ini yang melakukan sesuatu-lebih-maju-dari-masanya. Ada di antara mereka yang bahkan hidup lebih dulu dibanding Kartini.

 Wanita dengan cita-cita ingin terus bersekolah hingga tingkat tertinggi terdengar aneh? Bagaimana dengan wanita yang memimpin sekelompok manusia (pria dan wanita) bertempur di medan perang? Satu kata: GILA. Sayangnya, itulah yang dilakukan oleh beberapa wanita tersebut.

 Bukan ingin mengecilkan arti kata, pikiran, gagasan, dan sebagainya. Wanita-wanita ini tidaklah mendapatkan pendidikang di jenjang tertinggi. Bahkan pendidikan formal dalam wujud sekolah belum dikenal pada masa hidup sebagian dari mereka. Mereka hanya ingin melakukan sesuatu bagi masyarakatnya. Konsep kebangsaan dan nasionalisme masih asing di masa itu. Perjuangan yang dilakukan demi orang-orang yang mereka kenal, yang hidup di sekitar mereka. Melakukan sesuai dengan kehendak yang dianggap benar. Di masa mereka, kata hanyalah deretan hurif yang mengisi ruang kosong daun lontar. Surat hanyalah cerita kerinduan seorang sahabat atau kekasih. Teriakan lebih bermakna, punya arti. Ada reaksi yang dihasilkan. Ada semangat yang dikobarkan – meski ada pula nyawa yang dikorbankan.

 – Mereka hidup di masa yang sangat jauh dari kenangan. Kalaupun ada memori, jejak, yang ditinggalkan, jumlahnya hanya sedikit dan begitu sulit mengolah kisah mereka. Sementara, surat-surat Kartini dikirimkan ke negara yang menghargai arsip, pemikiran. Goresan-goresan Kartini tersimpan hingga sekarang. Tulisan yang dibuatnya bertahan hingga berabad setelah dia terakhir menghembuskan napas – sementara teriakan para wanita yang memimpin perang sudah lama hilang ditelah aliran waktu.

 Di situlah letak permasalahannya – sepertinya. Ketika suara tak terdengar lagi, ketika peluh dan darah yang mengalir telah kering, memori pun lenyap bersamanya. Sedikit yang tersisa – tak cukup untuk mengingatkan pada kobaran semangat yang pernah dibangkitkan.

Jika harus membuat kesimpulan:

– Apakah Kartini istimewa? Tentu. Dengan pemikiran yang dimiliki, dialah ‘pemimpin’ pada masanya. Hanya saja, dia tidak punya kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya memimpin sebuah gerakan yang menuntut adanya perubahan. Lebih sayangnya, dia kemudian menjadi bagian dari situasi yang coba diubahnya. Dan, itu menjadi alasan namanya (sepertinya) tidak cukup layak untuk dijadikan ‘hari besar’ di kalender. Berdasar kenyataan ada wanita-wanita lain yang menjadi pemimpin, juga mampu menunjukkan kualitas sebagai pemimpin yang baik, haruskah kita tetap merayakan Hari Kartini?

Contribute to Simple Survey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s