Terlalu Banyak Keinginan, Tanpa Hasil

Hari ini, seorang teman bertanya “Kenapa asmasandi belum nambah2?”. Fakta: jumlah posting malah berkurang – dalam jumlah yang cukup banyak. Alasannya? Karena berencana membuat sesuatu yang baru. Sayangnya, saat memulai sesuatu yang baru itu, sesuatu yang lain terjadi. Laptop mati total. Sayangnya, tidak punya PC. “Kan bisa pakai laptop kantor?” Hmm…. Agak gimana ya kalau ngerjain ambisi pribadi di kantor. Apalagi situasi kantor yang sekarang seperti ini. Kalau masih di kantor yang lama, sih, pasti akan banyak yang support.

Laptop tiba-tiba mati saat saya mau pakai hari Minggu lalu. Kesal? Pastinya. Bukan karena sedang bersemangat melakukan sesuatu itu, tapi juga karena semua data yang digunakan untuk sesuatu itu tersimpan di laptop dan belum di-back up. Karena tidak ingin terlalu lama membiarkan sesuatu yang sedang mulai dibuat, kemarin saya pergi ke service center. Sialnya, service center masih libur hingga hari ini. Mungkin besok akan kembali ke service center dan semoga perbaikan laptop tidak terlalu lama.

Berpikir bahwa saya akan kehilangan salah satu teman setia menghabiskan waktu, sehabis dari service center, saya pun mampir di sebuah toko buku. Kembali ke teman lama, buku menjadi pilihan menghabiskan waktu luang.

Begitulah. Semalam terjadi reuni yang cukup romantis. Hanya saya bersama buku. Di dalam kamar. Tanpa musik. Tanpa ada pengganggu. Menghabiskan waktu yang cukup lama – cukup lama sampai akhirnya saya tertidur.

Sudah cukup lama saya melakukan hal seperti itu. Kedekatan saya dengan laptop belakangan ini seperti menjauhkan saya dari buku. Buku-buku yang mengisi rak di dalam kamar terlihat seperti tumpukan kertas tua yang diselimuti debu – kenyataannya mereka memang diselimuti debu karena sudah lama tidak saya sentuh.

Yang terjadi setelah nostagia cukup romantis itu adalah bangkitnya semangat membaca. Di kantor, ketika senggang, saya mengunduh program ebook untuk android. Buka-buka program baru ini, ternyata cukup banyak buku yang menarik untuk dibaca. Saya pun kemudian mengunduh beberapa di antaranya.

Tidak cukup sampai di situ. Saya pun mengetik ‘free ebook’ di Google dan menemukan beberapa situs yang menyediakan ebook gratis. Kembali mengunduh beberapa buku dan membaca salah satunya. Buku tentang website. Hmmm… impian lama yang tak kunjung terwujud.

Selain sesuatu yang tertunda karena laptop mati total, sebenarnya beberapa hari ini saya pun terpikir untuk membuat sesuatu-sesuatu yang lain. Referensi yang diperlukan sudah didapat. Bahkan, sudah membeli perangkat untuk membantu pengerjaan salah satu dari sesuatu itu. Tapi, ya begitulah. Laptop yang tiba-tiba mati total seperti pertanda harus rehat dari obsesi terhadap sesuatu. Bukan hanya sesuatu yang sedang saya kerjakan – tapi juga sesuatu-sesuatu lain yang sedang saya pikirkan.

Kalau boleh jujur, begitulah saya. Ada momen ketika saya memiliki begitu banyak sesuatu. Sampai-sampai, saya tidak tahu harus memulai yang mana lebih dulu. Semua datang secara tiba-tiba. Semua terasa sama-sama brilian. Semua terasa sangat mungkin dilakukan. Tapi di lain waktu, saya merasa seperti orang yang tidak punya sesuatu apapun.

Ya, semoga saja sesuatu ini hanya tertunda. Saya hanya disuruh rehat untuk memikirkan sesuatu itu dengan lebih matang.

Contribute to Simple Survey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s