Mimpikan Mimpi

Mimpi-Mimpiku

Saat menyaksikan televisi semalam, saya sempat tersentak ketika mendengar tag sebuah iklan. “Ada dua macam orang. Yang hanya berani bermimpi dan hidup di dalamnya.” Sejenak, saya coba menerka maksud ‘kreatif’ di balik kalimat itu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mimpi berarti “sesuatu yang terlihat atau dialami dalam tidur” atau “angan-angan”. Mendapat penjelasan tersebut, saya semakin bingung dengan maksud kreatif yang coba disampaikan iklan sebuah rokok ini.

Pemikiran saya, dengan kapasitas logika yang saya miliki (maklum, tidak sekreatif orang-orang advertising), “yang hanya berani bermimpi” berarti orang yang hanya dapat mengangankan sesuatu. Dia membentuk dunia tersendiri. Membangun keinginan di dalam angan-angannya. Perwujudan yang dilakukan oleh orang ini adalah sekadar bayangan.

Sementara, golongan kedua adalah “hidup di dalamnya (mimpi)”. Nah, di sini letak kebingungan saya. Mendengar bagian ini, saya lalu membayangkan ada seseorang yang hidup di dalam angan-angannya. Dia masuk ke dalam dunia fantasi yang dibentuknya dan berbahagia di dalamnya.

Entahlah, saya merasa dua golongan yang disebut dalam iklan tersebut seperti tidak berbeda. Orang yang hanya dapat berangan-angan dan orang yang hidup dalam angan-angan. Intinya, mereka hanya berangan-angan – baik itu sekadar dilakukan atau hidup di dalamnya. Mimpi mereka akan tetap menjadi mimpi. Dan tidak ada yang istimewa dari hal itu.

Sekadar Kemungkinan
Berpikir lebih lanjut, saya kok jadi semakin sotoy. Memimpikan yang mungkin dimaksud oleh iklan tersebut. Kelompok yang pertama bagi saya sudah jelas. Yang dimaksud adalah orang-orang yang hanya berani berangan tanpa pernah mampu melakukan sesuatu untuk mewujudkan yang diangankan. Dunia angan sudah cukup bagi orang-orang ini (atau sebenarnya tidak, tapi karena berbagai alasan mereka tidak berusaha membuat mimpi itu menjadi kenyataan).

Sementara, yang mungkin (dan sekadar kemungkinan hasil mimpi sotoy saya) dimaksud golongan kedua adalah orang-orang yang tidak sekadar berani bermimpi. Mereka melakukan sesuatu pada mimpi itu. Berusaha mengubah mimpi mereka menjadi kenyataan. Membangun mimpi menjadi realita. Memindahkannya dari dunia angan menjadi dunia nyata. Dan kalau memang seperti itu yang dimaksud, dan saya semakin sotoy, saya memimpikan kata-kata yang lebih tepat untuknya. “Menghidupkan”, “mewujudkan”, “menciptakan”, atau apalah. Yang lebih eksplisit mengemukakan maksud yang ingin disampaikan.

“Hidup di dalam mimpi” bagi saya lebih buruk dari sekadar “hanya berani bermimpi”. Hidup di dalam angan hanya membuat seseorang merasakan kebahagiaan semu. Kebahagiaan yang menurut orang tersebut merupakan miliknya. Padahal, pada kenyataannya, itu hanya angan, mimpi. Tapi itu menurut saya, menurut tafsir mimpi ala saya. Menurut kamu?

Contribute to Simple Survey

Advertisements

3 thoughts on “Mimpikan Mimpi

  1. Kebetulan saya adl mahasiswa advertising di UI dan kebetulan jg dosen saya adalah seorang Acc.Executive di slah satu agency yg saat ini sedang memanage campaign produk rokok yg sudah sangat dikenal dengan “Go Ahead”. Agak membingungkan memang kalo kita mencoba menebak ataupun menerka2 maksud kreatif ataupun makna/pesan apa yg ingin disampaikan dalam setiap tayangan iklan tv ataupun cetak dan media lainnya yang saat ini sangat mudah kita temukan. Sedikit bocoran dari dosen saya, yang merupakan sumber kredibel dari agency side yg terlibat langsung dalam proses pembuatan iklan maupun campaign A Mild tersebut, pesan yang ingin disampaikan (krng lebih) adalah tidak masalah mengenai berbagai hal apapun yang kita lakukan, seperti Diam atau Bersuara, menjadi Pencetus atau Pengikut , Berani atau Takut bahkan dalam kasus mimpi ini…bahwa semua yang kita lakukan tetaplah Go Ahead, karena kita adalah kita dan kita itu adalah diri kita sendiri yang tau sejauh mana diri kita dapat melakukan sesuatu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s