Alasan Maurinho Tak Boleh Menjual Casillas

Salam Perpisahan?
Salam Perpisahan?

Tulisan ini sebenarnya mirip dengan tulisan yang saya pernah posting di blog ini. Hanya saja, kali ini sepertinya perlu dipertegas. Bukan karena saya penggemar klub tersebut, tapi lebih karena saya semakin muak dengan kekuasaan uang di olahraga sepakbola dunia saat ini.

Beberapa pertandingan terakhir, Iker Casillas harus rela menjadi cadangan. Bahkan, ketika akhirnya diturunkan sejak awal pun karena kiper yang biasa jadi cadangannya (yang kemudian menjadi yang utama) terkena sanksi karena menerima kartu merah di pertandingan sebelumnya. Rumor pun timbul. Mourinho tidak lagi percaya pada kemampuan Casillas dan ingin membeli kiper baru. Nama Petr Cech sempat disebut sebagai kiper yang diinginkan Mourinho.

Kalau transfer ini sampai terjadi, ada beberapa hal besar yang timbul. Pertama, dana besar. Bayangkan transfer yang melibatkan dua penjaga gawang terbaik saat ini. Rekor penjaga gawang termahal yang sekarang masih dipegang Gianluigi Buffon pun sangat mungkin terpecahkan. Belum lagi soal kontrak yang ditawarkan kepada pemain. Kedua, amarah besar pendukung setia Real Madrid.

Real Madrid pernah melakukan hal serupa. Menjual pemain kebanggaan mereka, Raul Gonzales. Konflik saat itu tidak terlalu besar, mungkin dikarenakan karena mereka masih punya kebanggaan lain: Iker Casillas. Dan kalau sampai Casillas pindah klub, konflik yang akan terjadi bisa sangat membara.

Loyalitas = Priceless
Barcelona menjadi contoh yang sangat baik tentang kebijakan pembinaan pemain muda mereka. Bahkan, saking berhasilnya pembinaan yang dilakukan, Barcelona menjadi klub dengan kebijakan transfer terburuk. Dimulai dari Ibrahimovic yang mahal tapi tak berguna, Villa yang lebih sering cedera, Sanchez yang enggak sebagus ketika di Udinese, Mascherano yang harus pindah posisi kalau ingin main, Fabegras yang tidak seheboh gosip kepindahannya, Song yang biasa-biasa saja. Satu-satunya pembelian mereka yang berhasil adalah Jordi Alba – itu pun harus dengan catatan ini merupakan pemain yang dididik di akademi Barcelona.

Bukan hanya soal menghemat uang atau mendapat tim yang sangat kompak, membina pemain sejak muda pun menciptakan pemain-pemain yang loyal. Yang tidak mudah tergiur dengan uang. Masalah ini menjadi sangat penting, apalagi di masa ketika uang sangat berkuasa seperti saat ini. Mempunyai pemain yang loyal akan membantu kestabilan tim. Selain tentunya memiliki ‘maskot’ yang menjadi kebanggan klub tersebut. Gerrard dan Totti dua pemain yang berhasil menjalankan fungsi itu dengan baik.

Begitu pula dengan Casillas. Saya yakin, jika ingin gaji yang lebih besar, dia bisa mendapatkannya dengan mudah dan cepat. Tinggal buat pernyatan ingin pindah dan tawaran menggiurkan dari berbagai klub pun akan datang. Casillas bertahan karena dia memang tipe pemain yang loyal, setia. Dan lagi, mempertahankan pemain seperti Casillas (juga memberikannya posisi yang layak, sebagai kapten misalnya) sudah menjadi hal yang lumrah. Melihat kemampuannya, kontribusi yang diberikan kepada tim, serta loyalitas itu tadi, pemain seperti ini sudah sangat jarang. Bayangkan Real Madrid tanpa Casillas, Liverpool tanpa Gerrard, AS Roma tanpa Totti. Klub-klub itu akan menjadi tim tanpa ‘identitas’. Mereka hanya menjadi klub biasa yang hanya mengandalkan uang untuk membangun sebuah tim. Mereka akan kehilangan tradisi. Kehilangan kemampuan membuktikan diri sebagai klub besar yang mampu menciptakan pemain(-pemain) besar.

Soal tradisi inilah yang mungkin kurang dipahami oleh Mourinho. Sebagai pelatih, dia memang salah satu yang paling sukses saat ini. Tapi melihat karier kepelatihannya, terutama setelah di Porto, cukup beralasan untuk menilai Mourinho bukanlah pelatih yang ‘sabar’.

Di semua klub yang dilatihnya, Mourinho bisa memberikan gelar. Mulai dari tingkat domestik, hingga regional. Dan, gelar itu dipersembahkannya dalam waktu yang tidak lama. Tidak heran jika kemudian Mourinho menjadi jawaban bagi klub-klub yang ingin mendapatkan prestasi dalam waktu singkat – tentunya dengan konsekuensi harus mengikuti aturan main yang diinginkan Mourinho. Aturan main inilah yang membuatnya memiliki kekuasaan penuh di klub tersebut. Kebijakan transfer, pola permainan, dan lain sebagainya.

Musim ini perjalanan Real Madrid tidak seperti yang diharapkan. Tertinggal jauh dari Barcelona, posisi Real Madrid bahkan harus di bawah tim satu kota, Atletico Madrid. Sepertinya, Mourinho meletakkan kesalahan pada Casillas atas tidak mulusnya perjalanan Real Madrid musim ini, yang akhirnya memunculkan isu Casillas akan segera dijual dan diganti dengan penjaga gawang lain.

Entahlah, saya belum mengecek data penampilan Real Madrid musim ini, jumlah memasukkan dan kemasukan. Hanya saja, sangat konyol jika meletakkan kesalahan itu pada seorang pemain. Bukankah sepakbola adalah permainan tim?

Lebih dari itu,.yang dibicarakan di sini adalah seorang pemain hebat yang sudah menunjukkan loyalitas luar biasa pada klubnya. Tidak heran, jika Casillas benar-benar meninggalkan Real Madrid, para pendukung setia Real Madrid akan marah. Melakukan tindakan anarkis. Meninggalkan klub yang selama ini mereka bela. Juga berbagai hal negatif lainnya.

Prestasi merupakan hal penting bagi sebuah klub. Penggemar pun akan senang dan bangga jika klub yang mereka dukung bisa berprestasi. Hanya saja, yang kita bicarakan di sini bukanlah tim SMA yang setiap tahun berganti pemain. Bukan pula tim yang baru berdiri. Ini adalah sepakbola yang memiliki sejarah panjang. Ada tradisi yang harus dijaga. Kehormatan yang harus dijunjung. Dan jika Mourinho menjual Casillas, dia menjadi manusia yang tak punya ‘tradisi’ dan posisinya sebagai salah satu pelatih terbaik saat ini pun harus dipertanyakan.

Contribute to Simple Survey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s