Loyalty???

image

Bursa transfer musim panas sudah berakhir. Pemain-pemain berganti jersey. Tapi, di antaranya banyak transfer yang terjadi, ada satu yang sangat menarik. Bukan Hulk, Thiago Silva, Ibrahimovic, atau nama-nama mahal di bursa transfer kali ini. Bukan pula Chelsea, Manchaster United, Paris Saint German, atau klub-klub boros lainnya. Ini menarik karena terasa seperti ironi. Menyedihkan.

Alessandro Del Piero bergabung Sydney FC, dengan status free transfer.

Bukan karena jumlah uang yang terlibat dalam proses kepindahan ini. Tidak. Del Piero bukan tipe pemain seperti itu. Membicarakan uang dalam hubungan karir Del Piero, seperti membicarakan kehidupan seks seorang ulama. Tabu. Dia punya banyak kesempatan untuk menjadi pemain sepakbola yang lebih kaya dari dirinya sekarang. Bahkan, ketika Juventus dihukum degradasi karena kasus pengaturan skor pertandingan, dia termasuk pemain yang bertahan – walaupun banyak klub besar siap membayar mahal untuk mendapatkannya. Tapi tidak, Alex tetap bertahan dan membawa Juventus kembali menjadi klub besar di Italia.

Italia era 90’an dipenuhi pemain muda berbakat. Uniknya, tidak seperti Manchaster United class of ’92, pemain-pemain muda ini tersebar di klub-klub Italia. Buffon di Parma, Nesta di Lazio, Maldini di AC Milan, Totti di Roma, dan tentunya Del Piero di Juventus.

Tersebarnya pemain-pemain muda berbakat di berbagai klub akan menjadi icon klub tersebut di masa depan. Maldini sukses melakukannya di AC Milan, sementara Buffon dan Nesta harus menyerah pada keadaan. Totti sepertinya akan mengikuti jejak Maldini. Del Piero juga sepertinya akan mengikuti jejak Maldini, hingga terdengar kabar kontraknya di Juventus tidak akan diperpanjang dan akhirnya dia bergabung dengan Sydney FC. Hufff….

Sampai saat ini, saya selalu menganggap sebuah klub dianggap besar bukan hanya karena prestasi yang mereka ukir atau pemain bintang yang mereka punya, tapi juga keberhasilan klub tersebut menghasilkan pemain bintang. Mendidik pemain akademi menjadi icon sepakbola. Maldini, Bergomi, dan Baresi di Italia – sekadar menyebut contoh.

Mendatangkan pemain bintang saat ini bukan hal sulit, selama klub tersebut didukung orang Rusia atau Syekh timur tengah. Dan dengan pemain bintang yang didapat, prestasi bukanlah sesuatu yang mustahil. Memang, uang yang banyak dan pemain-pemain bintang bukan jaminan untuk mendapatkan prestasi. Dibutuhkan lebih dari itu. Tapi, menurut saya, perjuangan yang lebih besar diperlukan untuk menciptakan seorang bintang. Gerrard di Liverpool, Messi di Barcelona, Casillas di Madrid, dan banyak nama-nama besar lainnya. Mereka ada nama-nama yang selalu terhubung dengan klub tempatnya dididik dan bermain. Membicarakan yang satu, tidak mungkin lepas dengan yang lainnya.

Dibutuhkan kesabaran, investasi tak terhingga, untuk menjadikan pemain-pemain seperti mereka. Dan sebagai gantinya, mereka memberikan loyalitas – juga prestasi. Dan, itu yang dilakukan Del Piero untuk Juventus.

Hubungan klub dengan pemain-pemain seperti ini tidak hanya hubungan profesional. Lebih dari itu. Hubungan di antara mereka bersifat emosional. Bukan sekadar uang, tapi rasa memiliki yang sangat besar. Yang satu akan bertahan demi yang lain, sementara yang lain akan terus menjaga agar tidak kehilangan.

Entah apa yang sebenarnya terjadi antara Juventus dengan Del Piero hingga akhirnya si pemain harus pergi. Tapi yang pasti, manajemen Juventus tidak melakukan yang seharusnya mereka lakukan – mempertahankan icon mereka. Real Madrid pernah melakukan kesalahan yang sama, melepas Raul dan lebih memilih penyerang-penyerang mahal. Untungnya, saat melepas Raul, mereka sudah menciptakan icon baru, Casillas. Tapi Juventus? Marchissio dianggap sebagai penerus, tapi dia masih jauh dari yang telah dilakukan Del Piero – bahkan ketika seusianya.

Di era ketika dunia sepakbola dikuasai pebisnis kaya yang menginginkan segala sesuatu secara instan, loyalolitas merupakan sesuatu yang sangat tak ternilai harganya. Sayangnya, Juventus gagal memberikan penghargaan yang layak untuk salah satu pemain terbaik yang pernah mereka ciptakan dan mengabdikan kariernya untuk mereka.

Tulisan ini dibuat bukan karena saya penggemar Juventus atau Del Piero. Jujur, kalau disuruh menyebutkan klub yang saya benci, Juventus salah satunya. Dan dengan kepindahan Del Piero ke Sydney FC, bertambah pula alasan saya untuk membenci klub ini.

Contribute to Simple Survey

Advertisements

One thought on “Loyalty???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s