Apa Nama Benda ini?

Kita biasa menyebutnya “tablet” (tab). Menurut artikata.com, “tablet” dalam bahasa Inggris memiliki makna “a slab of stone or wood suitable for bearing an inscription.” Lalu, ketika benda ini mulai diperkenalkan ke Indonesia, “tablet” tetap dipertahankan.

Alasannya sederhana saja, kata “tablet” berterima di lidah orang Indonesia. Walaupun benda yang diperkenalkan merupakan perkembangan teknologi terbaru, tapi “tablet” tidaklah asing bagi masyarakat Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, salah satu makna “tablet” adalah “obat dibentuk butiran atau pipih; gentel (obat padat).” Karenanya, ketika diperkenalkan dengan istilah “tablet” – yang walaupun memiliki makna jauh berbeda –, masyarakat Indonesia menerimanya dengan baik. Kalau begitu, harusnya Kamus Besar Bahasa Indonesia menambahkan makna baru pada “tablet”. Tapi, apakah itu perlu?

Pada suatu masa, pelajar Indonesia sangat akrab dengan sabak. Ini merupakan alat tulis utama sebelum masyarakat mengenal kertas dan pulpen serta pensil – atau ketika itu harga kertas sangat mahal serta sangat sulit didapatkan. Sabak merupakan alat tulis berupa batu berbentuk papan pipih. Sabak berpasangan dengan kapur. Dalam penggunaannya, sabak harus selalu diapus tiap kali tulisan yang tertera sudah menutupi permukaannya. Karenanya, pengguna sabak akan sangat bergantung pada ingatan.

Keberadaan sabak semakin terlupakan seiring masyarakat lebih memilih kertas sebagai alat tulis – terlebih ketika perkembangan teknologi menciptakan alat yang jauh lebih canggih. Kata ini pun perlahan ikut terlupakan oleh masyarakat. Karenanya, boleh dibilang, saat ini “sabak” menjadi pengangguran. Dia hanya menjadi kenangan bagi sekelompok orang yang mengalami pendidikan di masa penjajahan dulu. Untuk tetap mempertahankannya pun cukup sulit. Pasalnya, wujudnya sudah sangat sulit dijumpai.

Sampai kemudian, saya terpikir untuk memberikan lapangan pekerjaan kepada kata ini. Kenapa tidak menjadikan “sabak” sebagai padanan “tablet”? Dilihat dari makna dan fungsi, keduanya memiliki kesamaan. Terlebih, menengok makna “tablet” dalam bahasa Inggris, sepertinya “sabak” memiliki kemiripan yang erat.

Sayangnya, alih-alih memberikan pekerjaan dan mengembalikan kedudukannya seperti semula, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) memberikan fungsi baru kepada “sabak” – sebagai merek dagang. Besarnya pasar “tablet” di tanah air, KADIN berinisitif membuat tablet produksi lokal yang diberi nama “Sabak” – dan tetap menggunakan tablet untuk menyebut jenis produknya. Mungkin akan lebih baik jika KADIN mengatakan akan membuat sabak produksi lokal yang diberi nama “SABAK”. Jadinya, akan ada sabak yang bermerek Sabak. Bagaimana?

Contribute to Simple Survey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s