So Far…

Piala Eropa sudah menyelesaikan fase penyisihan grup. Delapan tim terbaik lolos ke babak knocked-out, sementara delapan tim lainnya kembali ke negara masing-masing. Banyak yang terjadi dalam fase grup ini, dan ini beberapa hal yang menarik sepanjang fase penyisihan grup.

Shining Stars
Alan Yelizbarovich Dzagoev (Rusia)

Bagi penggemar permainan Football Manager, pemain yang satu ini mungkin tidak asing. Di Football Manager 2011, dia salah satu pemain muda terbaik – dan pastinya menjadi incaran. Dalam tiga pertandingan fase penyisihan Grup A, pria kelahiran Beslan, 17 Juni 1990, ini menyumbangkan tiga gol. Dia pun menjadi pencetak gol terbanyak untuk tim nasional Rusia di ajang ini. Sayang, kecermelangan permainannya tidak cukup untuk membuat Rusia lolos ke fase berikutnya. Sisa musim panasnya mungkin akan disibukkan dengan tawaran klub-klub besar Eropa untuk membawanya keluar dari CSKA Moscow.

Mario Mandžukić (Kroasia)

Nasibnya tidak jauh berbeda dengan Dzagoev. Tampil gemilang di fase grup dan menjadi pencetak gol terbanyak untuk tim nasionalnya. Juga, gagal membawa tim nasional Kroasi lolos ke fase berikutnya. Tapi, seperti juga Dzagoev, dia sepertinya menjadi magnet bagi klub-klub besar Eropa.

Fail to Shine
Fernando Llorente (Spanyol)

Fakta: dia bukan pencetak gol terbanyak di Liga Spanyol. Koleksi golnya tertinggal jauh dari Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Fakta: dia gagal membawa Athletic Bilbao juara Piala UEFA dan Copa del Ray, setelah kalah di final. Tapi, yang juga fakta adalah dialah penyerang Spanyol paling produktif sepanjang musim 2011-2012. Hanya saja, itu ternyata tidak cukup membuatnya masuk dalam skuad inti tim nasional Spanyol. Bosque lebih memilih Fabregas (yang sebenarnya bukan penyerang) dan Torres (yang sedang dalam krisis kepercayaan diri). Untungnya, Spanyol lolos fase penyisihan grup dan masih ada kesempatan baginya untuk membuktikan kualitas.

Belanda

Finalis Piala Dunia 2010 dan skuad yang hampir sama juga dibawa untuk ajang ini. Sayang, dia tidak berhasil lolos dari grup maut. Bahkan, mereka tidak berhasil meraih satu poin pun dalam tiga pertandingan. Sebelum pertandingan terakhir di fase grup, Arjen Ruben mengatakan yang membuat timnya kalah di dua pertandingan sebelumnya adalah karena para pemain sangat egois. Yap, terutama sang pemberi komentar. Selain itu, yang aneh adalah pemilihan pemain. Musim gemilang yang dilakukan Klaas-Jan Huntelaar bersama Schalke 04 dan Rafael van der Vaart bersama Tottenham tidak membuat mereka menjadi pemain inti. Bert van Marwijk lebih memilih De Jong dan Bommel untuk mengisi lini tengah. Lebih aneh, Afellay yang baru sembuh dari cedera panjang dipilih untuk mengisi lini depan. Tapi, semua sudah terjadi. Kembalikan ke total football di ajang mendatang.

Contribute to Simple Survey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s