RCTI Bukan Murid yang Cerdas

Ada satu hal yang cukup mengganggu di penyelenggaraan Piala Eropa kali ini. Bukan pada pertandingan atau penyelenggaraan ajang tersebut, tapi pada siaran. Dalam hal ini, RCTI sebagai pemegang hak siar tunggal.

Sejak partai pembuka, 8 Juni 2012, sampai 12 Juni 2012, ketika pertandingan tim nasional Yunani melawan tim nasional Ceko, selalu ada masalah teknis yang terjadi. Mulai dari gambar siaran yang terganggu, sampai yang paling parah adalah suara kru yang masuk ke dalam siaran dan mengalahkan suara pembawa acara dan komentator.

Memang, seperti kata pepatah, “tidak ada gading yang tak retak”. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Masalah siaran dalam dunia broadcast memang kerap terjadi. Tidak hanya RCTI yang mengalaminya, stasiun televisi yang lain pun juga mengalaminya. Terlebih masalah sinyal satelit. Sebagai orang awam, pikiran saya membayangkan proses rumit ketika proses siaran berlangsung, terlebih jika yang disiarkan merupakan acara yang berlangsung di tempan nun jauh di sana. Sederhananya, ada pemancar siaran dan penangkap siaran. Di antaranya, ada satelit yang menghubungkan. Dan, pengaruh cuaca cukup berperan dalam proses ini. Cuaca buruk akan berpengaruh pada kualitas gambar yang disiarkan. Sebagai fenomena alam, cuaca buruk memang tidak bisa dihindari. Hanya saja, itu bukan alasan – terutama untuk RCTI yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam hal menyiarkan ajang internasional.

Pada tahun 1990, RCTI merupakan stasiun televisi pertama di Indonesia yang menyiarkan pertandingan Serie A Italia. Hak siar ini terus mereka pegang sampai sekitar tahun 2002. Belum lagi ajang lain. RCTI merupakan pemegang hak siar tunggal Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2004. Juga, Piala Dunia 1998, Piala Eropa 2000, Piala Eropa 2008, dan Piala Dunia 2010 yang hak siarnya dibagi bersama stasiun televisi lain di Indonesia. Dengan rangkaian pengalaman tersebut, boleh dibilang RCTI merupakan stasiun televisi paling berpengalaman dalam hal penyiaran ajang besar, seperti Piala Eropa dan Piala Dunia.

Kalau memang gangguan siaran yang terjadi pada 8 hingga 12 Juni 2012 karena gangguan cuaca, seharusnya RCTI bisa menanggulanginya. Cuaca buruk memang tidak bisa dihindarkan, tapi, dengan bantuan teknologi, hal itu bisa diprediksi. Dan dengannya, bisa dilakukan antisipasi. Hasilnya, kualitas siaran tidak akan terganggu.

Lain lagi dengan suara kru yang masuk dalam siaran. Ini pastinya terjadi karena kecerobohan. Dan dengan panjangnya pengalaman yang dimiliki, kecerobohan seperti itu seharusnya tidak boleh terjadi. Tapi, ya, itu terjadi.

Kalau pepatah mengatakan “pengalaman adalah guru yang terbaik”, maka RCTI bukanlah murid yang cerdas.

Contribute to Simple Survey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s