Pengadil yang Adil

emosi yang tidak perlu terjadi jika wasit tidak terburu-buru membuat keputusan.

Apa fungsi seorang wasit dalam pertandingan sepakbola? Mengatur jalannya pertandingan? Ya. Tapi, tanpa disadari, peran yang dimainkan seorang wasit dalam sebuah pertandingan lebih dari sekadar menentukan pelanggaran atau tidak, memberikan kartu, dan sebagainya.

Sebagai pengatur jalannya pertandingan, keputusan yang dibuat oleh seorang wasit sangat berpengaruh pada jalannya pertandingan. Tidak hanya pengaruh pada lancarnya pertandingan, tapi juga emosi para pemain yang bertanding. Ada dua contoh menarik mengenai pengaruh keputusan ‘tidak’ tepat yang dibuat oleh wasit dan berpengaruh negatif pada sebagian pemain.

Pada 15 April 2012, semi final Piala FA, Inggris, mempertemukan Tottenham Hotspurs dengan Chelsea. Saat itu, kedudukan 1-0 untuk Chelsea. Lalu, terjadikan sebuah insiden. Sebenarnya, bola belum melewati garis gawang, tapi wasit memutuskan sebaliknya. Bola dianggap telah melewati garis gawang dan skor berubah menjadi 2-0 untuk Chelsea. Dampaknya, mental pemain Spurs langsung rusak. Walaupun mereka pemain profesional yang dituntut untuk selalu bersikap profesional dalam segala situasi, keputusan gol yang ‘prematur’ telah menghancurkan sikap profesinalitas itu. Di akhir pertandingan, kemenangan semakin besar untuk Chelsea.

Kejadian kedua terjadi pada 27 April 2012. Juga pada laga semi final, kali ini Piala UEFA antara Valencia melawan Atletico Madrid. Tuan rumah tertinggal 1-0 dan agregat 5-2 untuk Atletico. Lalu, terjadi insiden handball di kotak penalti Atletico. Awalnya, agak rancu siapa pemain yang melakukan handsball, karena dua pemain yang terlibat perebutan bola sama-sama mengangkat tangan. Tapi, dalam tayangan ulang, ternyata handsball dilakukan oleh pemain Valencia. Sayangnya, wasit sempat menunjuk titik penalti. Keputusan ‘prematur’ ini akhirnya diubah setelah wasit berkonsultasi dengan asisten wasit yang melihat kejadian itu dengan lebih jelas. Tapi, bukan berarti permasalahan selesai.

Dalam pertandingan dengan tensi tinggi seperti ini, keputusan apapun akan sangat berpengaruh. Dan, wasit yang sempat menunjuk titik penalti berdampak sangat besar pada emosi pemain Atletico, terutama Thiago – pemain yang awalnya disangka melakukan handsball. Suasana memanas. Para pemain terlibat dalam adu argumentasi dan berakhir dengan kartu merah untuk Thiago karena ‘menampar’ Soldado.

Sebenarnya, insiden seperti ini tidak harus terjadi jika wasit bisa lebih baik dalam membuat keputusan. Memang, wasit juga manusia yang kadang bisa melakukan kesalahan. Tapi, bukankah dalam sebuah pertandingan wasit ditemani oleh setidaknya dua orang asisten wasit dan seorang wasit cadangan? Pertimbangan tiga orang ini tentunya bisa dijadikan masukan ketika wasit berada dalam posisi penglihatan yang kurang jelas. Jangan terlalu terburu-buru membuat keputusan. Yang dirugikan? Bukan hanya tim dan pemain yang bertanding, seperti Thiago, Atletico, dan Tottenham, tapi juga olahraga sepakbola itu sendiri. Sangat tidak menyenangkan melihat pertandingan yang para pemainnya dalam emosi yang tidak terkendali karena keputusan wasit yang tidak tepat. Begitu, kan?

Contribute to Simple Survey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s