Dua Persija

Seperti biasa, Hari Minggu saatnya bermalas-malasan. Duduk manis seharian di depan televisi. Nonton satu acara ke acara yang lain. Dan ketika sore tiba, saatnya menonton rangkaian sepakbola.

Nah, saat nonton rangkaian sepakbola ini, saya ngerasa ada sesuatu yang aneh.

Begini. Sebelum magrib, saya sempet melihat siaran sepakbola di RCTI. Yang bertanding adalah PSM Makassar versus Persija Jakarta. Yang membingungkan, sekitar jam 8 malam, saya sempat memindah channel ke ANTV. Isinya, siaran langsung Sriwijaya FC versus Persija. Wow…. Persija bertanding dua kali hanya dalam jarak waktu kurang dari dua jam.

Karena bingung, saya coba menulis di Twitter. Beruntung, seorang teman menjawab. Ada dua Persija. Yang satu di ISL (Indonesia Super League) sedang yang satu lagi di IPL (Indonesia Pimer League).

Oke. Mereka ada dua kompetisi berbeda, tapi kan tetap di negara yang sama. Ini tentang penggunaan nama yang sama.

Kalimat sakti yang biasa dikutip ketika berbicara mengenai nama adalah, “Apalah artinya sebuah nama?”. Kalimat yang dikutip dari “Romeo and Juliet” karya Shakespeare.

Memang, apalah artinya sebuah nama. Coba cari pria dengan nama Joko, pasti gampang dan banyak. Tapi, ini masalah organisasi. Bagaimana mungkin ada dua organisasi yang bergerak di bidang yang sama memiliki nama yang sama?

Pada 90’an, Universitas Indonesia pernah mengajukan tuntutan agar sebuah perguruan tinggi swasta mengganti namanya. Tuntutan itu dikabulkan. Jadilah, Universitas Indonesia Esa Unggul berubah menjadi Universitas Indonusa Esa Unggul.

Beberapa waktu lalu, ketika Arifin Panigoro mencetuskan ide IPL sebagai tandingan ISL, terjadi perpecahan di kubu Persebaya. Ada yang ingin ikut di kompetisi bikinan Arifin, ada pula yang ingin tetap bertaham di kompetisi yang dijalankan PSSI. Hasilnya, ada dua Persebaya – tapi yang satu menambahkan embel-embel di belakang Persebaya. Dan itu membuat jelas. Persebaya A di kompetisi ini, sedang Persebaya B di kompetisi yang satu lagi. Kalau sama-sama bernama Persebaya, orang akan bingung. Persebaya mana yang dimaksud.

®

Walau penggemar sepakbola, tapi saya sangat tertinggal jika menyangkut isu sepakbola dalam negeri. Maklum, menurut saya, terlalu banyak kepentingan di dalam sepakbola nasional. Bahkan, saya tidak percaya ada orang yang dengan konsep yang jelas akan bisa memimpin dan memperbaiki PSSI.

Bahkan, saya tidak tahu kompetisi mana yang dianggap legal.

Walau begitu, saya masih punya rasa peduli. Peduli pada orang atau pihak yang di masa depan akan dibingungkan karena adanya dua Persija di Indonesia.

Sederhana, dalam penulisan berita misalnya. Ketika terjadi pergantian pengurus. Apakah media harus menulis “Persija yang ikut berkompetisi di ISL melakukan pergantian pengurus”. Tidak efektif.

Lagipula, apa para pengurus enggak risih ya ada klub yang punya nama yang sama. Saya siy risih. Makanya pas kuliah saya mengganti nama panggilan karena ada teman yang bernama sama. Tapi, itu saya. Mungkin bagi mereka itu bukan masalah. Ya, seperti kutipan “Romeo and Juliet” tadi. “Apalah artinya sebuah nama, yang penting eksis, coy….”

Contribute to Simple Survey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s