Seberapa lama lebaran Anda?

Setelah dibuat bingung dengan kapan sebenarnya 1 Syawal, akhirnya pagi tadi solat Ied. Senang, lega, puas, dan yang pastinya bangga bisa nyelesain Bulan Ramadhan kali ini. Ya, walaupun enggak tahu apakah semua ibadah yang dijalani sudah benar atau masih ada yang harus diperbaiki.

Seperti Idul Fitri sebelumnya, selesai solat Ied, bermaaf-maafan dengan keluarga, terus berkunjung ke beberapa rumah tetangga yang ‘dituakan’. Dan karena kami merupakan keluarga pendatang yang tidak mudik, perayaan lebaran telah selesai sebelum datangnya waktu solat Zuhur. Bahkan, beberapa jam sebelumnya. Karena, sekitar jam 10, saya sudah terbaring lelap di tempat tidur – maklum semalam habis bergadang.

Dan kalau teringat dengan kebingungan sehari sebelumnya, sepertinya semua itu terlalu berlebihan. Tentang kebingungan maksudnya.

Sejak dari azan Magrib berkumandang, penghuni rumah sudah bingung dengan kepastian kapan sebenarnya Idul Fitri. Televisi tidak pernah dipindah dari stasiun yang menayangkan konferensi pers penentuan Idul Fitri oleh pemerintah. Menelefon beberapa saudara dan teman sekadar menanyakan, “Di sana lebarannya kapan?” Dan, karena memang sama-sama belum mendapat kepastian, pertanyaan singkat itupun berlanjut dengan saling bertukar kebingungan. Bahkan setelah pemerintah mengumumkan kepastian Idul Fitri, kebingungan itupin tidak langsung sirna. Obrolan bersama teman dan saudara yang tadi sudah berhenti pun dilanjutkan kembali. Isi pembicaraan pun tidak jauh berbeda dengan pembicaraan di sesi sebelumnya. Pembicaraan pun berlanjut sampai larut.

Dan setelah melalui hari ini, sepertinya segala kebingungan kemarin sangat berlebihan.

Idul Fitri itu hari besar bagi umat Islam. Tapi, sebesar apa? Bagi saya, hanya beberapa jam beramah tamah dengan keluarga dan tetangga. Saling bersalaman dan memaafkan. Di sisa hari itu, sisa yang jauh lebih besar, ‘kebesaran’ itupun tak terasa lagi.

Sayangnya, saya sepertinya tidak sendiri. Bukan hanya soal kebingungan tepatnya Idul Fitri, tapi juga seberapa ‘besar’ hari Idul Fitri itu.

Saat melihat tayangan berita siang, beberapa stasiun televisi menyiarkan laporan dari tempat-tempat wisata. Semua tempat wisata itu dipenuhi pengunjung.

Jika solat Ied selesai sekitar jam 7 pagi dan berita tentang kunjungan mereka ke tempat-tempat wisata sudah tayang jam 12, berapa jam mereka merayakan Idul Fitri? Sementara, di antara jam 7 sampai 12 itu, ada proses para pengunjung itu berangkat dari rumah ke tempat wisata lalu sang wartawan melakukan liputan, membuat teks, dan mengirimkannya ke stasiun televisi. Di stasiun televisi, berita itu masih harus diedit dan mungkin melalui beberapa proses lainnya. Jadi, seberapa ‘besar’ Idul Fitri?

Contribute to Simple Survey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s