10-07-2011

Ini Hari Minggu, 10 Juli 2011. Menjelang sore hari, sambil menunggu Grand Prix Formula Satu di Sirkuit Silverstone, Inggris, saya iseng membuka YouTube. Yang dicari adalah rekaman-rekaman mengenai kecelakaan Ayrton Senna.

Video pertama yang dilihat adalah video yang dibuat oleh National Geographic. Seperti biasa, stasiun televisi ini membuat ulasan mengenai kecelakaan naas yang dialami sang legenda yang akhirnya membuat pembalap asal Brazil ini meninggal dunia.

Menurut video tersebut, salah satu penyebab terjadinya kecelakaan fatal tersebut adalah ban yang kehilangan grip karena berada dalam temperatur yang tidak cukup panas setelah beberapa putaran sebelumnya balapan sempat dihentikan. Ban yang tidak dalam temperatur yang cukup panas membuatnya sulit mendapatkan grip yang diperlukan saat melintas di tikungan yang cepat. Akhirnya, sang pembalap mengalami kecelakaan.

Baiklah, itu memang pembahasan yang sudah lama. Dan, bukan masalah itu yang ingin dibahas di tulisan ini.

Merasa penasaran dengan kecelakaan di Sirkuit San Marino pada 1994 tersebut, saya pun membuka video yang lain. Kali ini, video tayangan Grand Prix tersebut. Video berdurasi lebih dari 11 menit tersebut menayangkan saat-saat terakhir sebelum Ayrton Senna mengalami kecelakaan sampai sesaat sebelum dia dibawa dengan menggunakan helikopter.

Setelah melihat video tersebut, ada dua hal yang menarik perhatian. Pertama, para kru terkesan sangat lamban dalam memberikan pertolongan kepada Ayrton Senna. Saya memang tidak menghitung berapa menit dari saat terjadinya kecelakaan sampai akhirnya para kru membantu Ayrton keluar dari mobilnya. Tapi, saya sangat ingat bahwa pertolongan tersebut baru diberikan setelah bendera merah dikibarkan. Padahal, sebelumnya, para kru sudah menghampiri mobil Ayrton yang ringsek. Sayangnya, mereka hanya berdiri seperti bodyguard yang mengawal sesuatu benda yang sangat berharga.

Sesaat setelah kecelakaan, komentator memang sempat berbicara bahwa dia melihat Ayrton menggerakkan kepalanya. Indikasi bahwa Ayrton masih bernyawa. Hanya saja, jika dalam beberapa detik pembalap yang mengalami kecelakaan tidak juga berusaha keluar dari mobilnya atau melakukan tindakan yang benar-benar nyata untuk coba keluar, seharusnya para kru membantunya keluar dari mobil. Terlebih lagi, setelah mengalami kecelakaan, selain dari gerakan kepala yang disebutkan oleh sang komentator, Ayrton sepertinya tidak melakukan apapun. Dia hanya diam. Dan, itu bukan sesuatu hal yang baik.

Hal kedua adalah penanganan setelah Ayrton dibawa keluar dari mobilnya. Setelah diperhatikan, ternyata ada sekitar 10 orang petugas yang mengelilingi Ayrton, mungkin juga lebih. Ini sesuatu yang sangat tidak benar – setidaknya itu menurut pendapat orang yang sangat awam mengenai tindakan pertama saat mengalami kecelakaan.

Saya teringat kejadian beberapa tahun lalu. Saat itu, suatu pagi, hujan turun. Tidak terlalu deras, tapi cukup membuat basah jalan. Saya berdiri di sebuah halte menunggu kendaraan umum untuk ke kantor. Tiba-tiba, seorang pengendara motor terjatuh. Tidak terlalu jelas penyebabnya. Jalanan terlihat lengang dan tiba-tiba pengendara motor tersebut terjatuh dari motornya.

Terdorong niat untuk membantu, saya pun menghampiri si pengendara tersebut. Namun, saat akan mengangkat tubuh pengendara motor tersebut ke tepi jalan bersama beberapa orang lain, seorang bapak berteriak melarang. “Jangan diangkat dulu!” kira-kira begitu teriak bapak tersebut. Si bapak lalu menyuruh orang-orang membalikkan tubuh si pengendara yang saat itu berada dalam posisi tengkurap. Setelah tubuh si pengendara dibalikkan, si bapak menyuruh orang-orang yang berkerumun agar sedikit menjauh supaya ada cukup ruang bernapas bagi si pengendara. Ia lalu memeriksa bagian sekitar leher pengendara yang tak sadar tersebut. Kemudian, si bapak mengangkat bagian hidung dan mulut si pengendara. Sampai akhirnya, pengendara tersebut tersedak. Dan, barulah orang-orang disuruh membawanya ke sisi jalan. “Ini manusia bukan binatang. Jangan main asal angkat. Lihat dulu kondisinya,” begitu pesan si bapak saat orang-orang mengangkat tubuh si pengendara ke sisi jalan.

Pengalaman itu yang membuat saya sangat heran sangat melihat video kecelakaan Ayrton. Setelah mengalami kecelakaan pada kecepatan sekitar 200 mph (kira-kira 320 kpj) dan merasakan tekanan lebih dari 3 G, organ tubuh Ayrton pastinya tidak bekerja dengan normal. Dan, organ-organ pernapasan termasuk di dalamnya. Karenanya, dapat dipastikan Ayrton mengalami kesulitas bernapas saat ada sekitar 10 orang kru yang mengermuninya.

Dengan tingkat risiko yang tinggi, setiap orang yang terlibat langsung dalam ajang Formula Satu harusnya merupakan orang-orang yang bisa bereaksi cepat dan tepat dalam menghadapi berbagai kondisi. Termasuk para kru. Mereka seharusnya memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menghadapi berbagai kondisi. Dan saat Ayrton mengalami kecelakaan, mereka tidak harus berkerumun coba membantu Ayrton. Karena, dengan semakin banyaknya orang yang mengerumuni Ayrton, dia akan semakin sulit bernapas.

Mungkin karena yang mengalami kecelakaan adalah Ayrton Senna, sang legenda, makanya semua orang berusaha menolong. Mungin jika yang mengalami kecelakaan adalah Michael Schumacher, pembalap yang berada di belakang Ayrton saat dia mengalami kecelakaan, tidak akan sebanyak itu kru yang berkerumun coba membantu. Maklum, Schumacher masa itu masih dianggap sebagai anak baru, yang walaupun memiliki potensi menjadi pembalap hebat, tapi namanya masih belum masuk jajaran pembalap yang dijagokan.

Saya membayangkan, jika saat itu hanya sekitar 3-4 orang yang membantu Ayrton, mungkin kondisinya akan berbeda. Memang, semua sudah terjadi. Lebih dari lima belas tahun yang lalu. Tapi, sangat disayangkan kalau di ajang seperti Formula Satu terjadi kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh orang-orang yang berada di dalam suatu hal yang memiliki tingkat risiko besar.

Dan, ya, begitulah. Semua sudah terjadi. Semoga bisa jadi pelajaran buat masa depan. By the way, tulisan ini dibuat setelah Grand Prix Silverstone, Inggris, selesai. Selamat buat Alonso. Kemenangan pertama di musim ini. Salut….

Contribute to Simple Survey

Advertisements

One thought on “10-07-2011

  1. saya setuju dengan pendapat anda, para kru penolong terlihat sangat tidak sigap, dan terkesan hanya “menonton” ayrton yg saat itu sangat membutuhkan pertolongan yg tepat, dan dalam rekaman video kecelakaan ayrton, saya memang melihat ia sempat menggerak kan kepala nya, mngkin jika saat itu ia cepat di tolong, mngkin kejadian ny tidak akan seperti itu, kecelakaan itu sungguh tragis,padahal, ia telah menyiapkan bendera astria yg tergulung d dalam mobil nya, yang rencananya akan ia kibarkan saat ia memenangi balapan untuk menghormati ratzenberger yang meninggal di sirkuit yg sama pada hari sebelumnya, tepat nya ketika kualifikasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s