5

Di dalam sebuah kamar, kau sendiri. Bayanganmu melayang. Bermain-main di dalam kepalamu. Membayangkan hal-hal yang akan kau alami.

Kau berusaha membayangkan masa depan yang akan kau lalui. Kau membayangkan seorang wanita yang akan menjadi istrimu. Seorang wanita yang akan menemanimu sepanjang hidupnya. Berdua bersamamu. Menjadi sebuah keluarga. Menjadi tua bersama.

Pikiranmu berusaha keras membayangkannya. Menerka-nerka seperti apa rupanya. Coba membayangkan kehidupan seperti apa yang akan kalian lalui. Tapi, kau tidak bisa. Pikiranmu tidak dapat melakukannya.

Di dalam kamar itu, kau sendiri. Dalam kegelapan, kau melewati waktu sendirimu. Kau menjadi buta akan kegelapan. Pikiranmu tidak dapat menghasilkan sebuah bayanganan. Kau hidup di dalam bayang-bayang.

Matamu sudah tertutup bayang-bayang gelap yang selama ini terus kau pertahankan. Kau membuat dirimu selalu hidup di dalam bayangan. Walaupun kau tahu tentang itu, tapi kau tidak ingin keluar darinya. Membebaskan dirimu dari bayang-bayang. Menjadi bebas. Berkelana ke manapun yang kau inginkan. Membuat dirimu dapat menikmati sisa hidupmu. Menikmati kembali cahaya. Matamu dapat berfungsi dengan selayaknya. Sudah terlalu lama sejak terakhir kali kau menikmati keindahan dunia. Bayang-bayang itu terlalu pekat menutupi pandanganmu. Dan walau begitu, kau tidak merindukan keindahan itu.

Matamu telah tertutup kain hitam yang sangat tebal. Bahkan, sedikit cahaya pun tidak dapat menembusnya. Kain itu begitu rapat menutup wajahmu. Menghilangkan semua benda yang ada di hadapanmu. Menghalangi setiap cahaya yang datang kepadamu. Kau menjadi buta. Bahkan untuk melihat seberkas cahaya pun kau tidak bisa. Kain itu telah menutupi matamu. Kain yang kau ciptakan sendiri. Kain yang diciptakan dari bayang-bayang gelap yang kau lalui.

Di sini, di dalam kamar, kau sendiri. Kau hanya dapat bertanya di dalam hati. Siapa dia? Bagaimana keadaannya? Apakah kau dapat membahagiakannya? Apakah kau dapat membuatnya merasakan kebahagian sebuah keluarga?

Kau yang buta berharap dapat mencintai seorang wanita. Menjadi keluarga dengannya.

Kau hanya terus berharap. Berharap kau dapat lagi melihat bayang-bayangmu di dinding kamarmu.

Kemang, 30 Januari 2007

Contribute to Simple Survey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s