Catatan (1)

Kau masih duduk di bangku itu. Lemas. Kau tidak dapat melakukan apapun saat ini. Kau telah kehilangan semua. Tidak ada lagi egomu. Tidak ada lagi kejantananmu. Tidak ada lagi naluri yang selalu membuatmu dapat meyakinkan dia. Kau kini hanya sendiri. Duduk di sebuah kursi panjang. Kedua matamu terbuka menatap dunia, tapi kau tak berani untuk berjalan ke arahnya, atau sekadar melihat lebih jauh.

Barangkali mungkin saat inilah yang selalu kau tunggu. Saat ketika kau menyadari siapa dirimu sebenarnya. Ketika kau benar-benar menjadi dirimu seutuhnya. Tanpa ego. Tanpa naluri. Tanpa nilai. Tanpa apapun. Dan itulah yang terjadi saat ini.

Kau memang tidak pernah menduga akan terjadi seperti ini. Selama ini kau menyangka bahwa kau telah menjadi dirimu sendiri. Bahwa kehidupan yang kau jalani selama ini adalah kehidupanmu yang sebenarnya.

Atau mungkin, setidaknya perasaan itu pernah hadir dalam dirimu. Muncul keraguan dalam dirimu suatu kali ketika kau ragu dengan semua yang ada di sekitarmu. Kau bimbang ketika kau tidak yakin dengan semua yang telah kau capai selama ini. Kau telah mendapatkan banyak hal di dalam kehidupanmu. Kau telah melalui semuanya. Kau berhasil melakukannya. Namun, suatu saat kau tidak yakin dengan dirimu yang telah melalui semua itu.

Kau sadar dengan keadaan yang kau alami. Kau sadar dengan adanya sesuatu yang lain yang membuatmu dapat melakukan semuanya. Namun kau memendamnya. Kau tidak berani untuk menggali lebih dalam. Mencari ke dalam dirimu yang sesungguhnya. Mengeluarkan sesuatu yang lain yang selama ini selalu ada bersamamu dan hidup hanya dengan dirimu. Kau tidak berani untuk melakukan itu. Kau takut untuk kehilangan semua yang telah kau dapatkan, walaupun mungkin kau sadar bahwa semua itu bukanlah milikmu sepenuhnya.

Dan saat ini ketika semuanya keluar dari dirimu, kau tidak berdaya. Kau menjadi bukan apa-apa. Kau takut untuk menunjukkan dirimu pada dunia. Kau takut untuk kalah. Kau takut kalau ternyata kau tidak dapat melakukan semua yang selama ini kau dapatkan atau ingin kau dapatkan. Kau tidak berarti.

23 Oktober 2006
(catatan di malam takbiran)

Contribute to Simple Survey

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s